Menjawab Hoax Cyber Kremi (Video Bom Kampung Melayu)

Beberapa hari yang lalu, Cyber kremi menyebarkan video yang berjudul: MEMBONGKAR PERAN MEDIA DIDALAM TEROR BOM DIKAMPUNG MELAYU

Untuk yang belum menyaksikannya, silahkan klik tautan berikut: https://youtu.be/4_E-ENSTdwE

Video tersebut seolah – olah menyatakan bahwa bom yang terjadi beberapa hari yang lalu di Kampung Melayu adalah rekayasa, pada hal ini saya asumsikan mereka menunjuk pada pihak Kepolisian dengan bantuan propaganda media.

Mereka mempropagandakan ketidakpercayaan atas apa yang dinyatakan oleh pihak kepolisian bahwa pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu adalah anggota ISIS. Padahal kalau kita merujuk pada media arus utama, telah ada pernyataan dari pihak ISIS sendiri bahwa pelaku adalah anggotanya. Cyber Kremi menggunakan argumentasi yang tidak jauh dari salah logika khas Cyber Kremi dan kroni – kroninya dalam video tersebut.

Saya coba jelaskan satu persatu.

Pertama

Penelusuran Cyber Kremi : Sebelum teror bom terjadi, banyak ancaman teror di sosial media, paska Ahok dijebloskan ke penjara, Ahoker mengancam ingin menghancurkan Jakarta. Berikut adalah screenshots yang mereka gunakan.

Screenshots 1 dan 2 ada dalam konteks kekecewaan pendukung Ahok atas matinya keadilan karena vonis atas Ahok yang melebihi tuntutan jaksa.

Klarifikasi screenshot 1 ada di tautan berikut: https://www.facebook.com/augustephan?fref=nf&__tn__=R

Klarifikasi screenshot 2 masih belum saya temukan, tapi akun twitternya bisa dilihat disini: https://twitter.com/armanefendi1973

Screenshot 3 adalah sebuah berita yang diterbitkan oleh gema rayat pada tanggal 6 April 2017 tentang video Ahok yang bertanggal 24 Juli 2015. Ini kenyataaan yang sangat lucu, karena ada berita yang terbit di tahun 2017 yang menceritakan kejadian dalam video dua tahun sebelumnya.

Tautan berita tersebut bisa dilihat disini : http://www.gemarakyat.id/ahok-nyatakan-siap-bunuh-2000-orang-yang-menentangnya/

Ketiga screenshot diatas tidak satupun berada dalam konteks ancaman dan teror. Cyber kremi hanya menghubung – hubungkan dengan cocoklogi termutakhir ala baginda Jontor yang notabene adalah mentornya dalam bidang seperti ini.

KEDUA

Bom Kampung Melayu meledak pukul 21.00, kemudian media pro pemerintah secepat kilat memblow up berita. Detik.com lah yang tercepat. Bom 21.00 berita di detik.com 21.05, hanya 5 menit?

Berita yang dimaksud ada pada tautan ini: https://news.detik.com/berita/d-3510926/ada-ledakan-di-terminal-kampung-melayu-warga-panik

Saya jelaskan, berita pada tautan diatas disebut breaking news, wajar saja keluar 5 menit setelah kejadian, disana belum ada penjelasan detail mengenai kejadian, hanya dijelaskan mengenai ledakan saja, itu dikarenakan wartawan yang meliput belum ada di lapangan, jadi belum ada detail penyebab ledakan dan detail kejadian. Ada beberapa kemungkinan detik mendapatkan berita ini dengan cepat:

  1. detik menelepon orang yang dikenal di tempat kejadian
  2. detik ditelepon oleh orang yang ada di tempat kejadian
  3. detik memperoleh berita melalui media sosial

Melihat tidak ada kedalaman cerita dalam berita tersebut, saya yakin, tidak ada satupun wartawan detik yang ada di lokasi.

Portal gerilyapolitik.com tidak mencantumkan jam tayang berita dalam situsnya. Silahkan di cek beritanya yang ada pada tautan berikut: http://www.gerilyapolitik.com/breaking-news-ledakan-keras-di-kampung-melayu-ada-polisi-jadi-korban/

Saya tidak menemukan ada jam tayang berita tersebut, jadi kemungkinannya berita diambil setelah mendapatkan detail foto atau video kejadian dari media sosial. Saya dikirimi video dan foto kejadian melalui whatsapp kurang lebih 30 menit setelah kejadian. Jadi ini saya rasa memang masih wajar saja.

Cyber Kremi menggunakan asumsi pada waktu yang bersamaan, artinya mereka juga tidak bisa menjawab berapa lama waktu yang dimaksud dengan bersamaan tersebut. Mereka tidak bisa menjelaskan secara detail sejelas membandingkan waktu tayang berita di detik.com

Cyber kremi menuduh adanya penggiringan opini oleh buzzer, lah bukannya video yang mereka tayangkan ini juga penggiringan opini? Ini namanya maling teriak maling bos.

KETIGA

Fakta mengenai ciri – ciri bom low explosive dan hasil kesimpulan mengenai ledakan yang menggunakan black powder mereka dapatkan dari penjelasan yang sesat. Mereka menggunakan opini yang ditulis oleh beberapa orang di media sosial sebagai rujukan.

Pihak kepolisian sendiri melalui Kapolri menyatakan bahwa bom kampung melayu menggunakan bahan TATP (triacetone triperoxide) yang merupakan campuran dari tinner dan beberapa bahan kimia lainnya.

Berikut tautan beritanya:
https://metro.tempo.co/read/news/2017/05/26/064879041/jenderal-tito-bahan-bom-kampung-melayu-dijuluki-ibunya-setan

KEEMPAT

BBC Indonesia menayangkan berita sehari sebelum kejadian, mereka menggunakan asumsi yang ada pada tautan berikut: http://www.tarbiyah.net/2017/05/mengapa-bbc-sudah-memberitakan-bom.html

Saya mencoba menelusuri berita tersebut dan menemukan berita dari BBC Indonesia tayang pada tanggal 25 Mei, sedangkan bom kampung melayu terjadi pada tanggal 24 Mei. Berikut adalah tautan beritanya: http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40035376

Opini yang disodorkan menggunakan asumsi waktu dari mesin google yang membaca berita tersebut 1 hari sebelumnya, ini adalah hal yang wajar, karena algoritma google dalam menghitung waktu menggunakan GMT dan BBC Indonesia tidak mengatur waktunya pada waktu Indonesia sehingga mesin pencari mengasumsikan waktunya menjadi 1 hari sebelumnya, tapi ketika di lihat pada halaman bbc indonesia, justru yang muncul adalah satu hari setelahnya. secara singkat saya simpulkan, waktu yang digunakan oleh bbc indonesia tidak sinkron dengan waktu Indonesia terutama Jakarta.

Pada beberapa situs, terutama situs yang menayangkan berita dari amerika dan eropa, saya sering menemukan berita yang tayang pada hari yang sama juga sering dicantumkan sebagai berita 1 hari yang lalu oleh google, tapi ketika saya buka beritanya, justru menampilkan berita pada hari yang sama. Ini hanya masalah sinkronisasi waktu saja antara situs tersebut dengan mesin pencari.

KELIMA

Mengenai foto pelaku bom yang mirip mantan anggota polisi, sudah banyak media yang melakukan klarifikasi, bahkan sudah diklarifikasi oleh pihak Kepolisian.

Klarifikasinya bisa dilihat pada tautan berikut:

http://news.okezone.com/read/2017/05/26/340/1700406/polri-diminta-buru-penyebar-berita-hoax-mantan-polisi-pelaku-bom-kampung-melayu

http://medan.tribunnews.com/2017/05/25/kabar-mantan-personel-brimob-terlibat-bom-bunuh-diri-kampung-melayu-ternyata-hoax

Bahkan yang bersangkutan juga sudah mempublish video klarifikasinya, silahkan dilihat pada tautan berikut: https://youtu.be/m_dAnt8u9Hk

Sudah sangat jelas, argumen yang disodorkan oleh Cyber Kremi adalah hoax, argumen plitiran dan gagal logika khas kaum mereka. argumentasi yang mereka sodorkan bukanlah fakta dan tidak bisa digunakan sebagai rujukan.

Satu orang telah ditangkap polisi dengan inisial ARP di Sumater Barat terkait dengan penyebaran informasi yang menyatakan bom Kampung Melayu adalah rekayasa. ARP kemudian meminta maaf kepada pihak Kepolisian terkait masalah ini.

Informasi hoax baik itu yang berupa tulisan, artikel, video maupun yang lainnya yang bertujuan menggiring opini sesat tanpa menggunakan fakta, sungguh sangat berbahaya bagi kesehatan nalar bangsa kita. Saya harap kita semua masih memiliki nalar yang sehat untuk menilai kebenaran sebuah informasi.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

thirteen − four =