Mangkir Debat Adalah Bentuk Strategi Dongkrak Popularitas

Saya sempat sedikit bingung, kenapa Agus Harimurti Yudhoyono (AHaY) justru menghindari panggung yang secara gratis disediakan oleh TV sekelas Kompas atau debat – debat di beberapa TV lain yang juga tidak mau dihadirinya. Kalau kita gunakan cara berpikir wajar, saya rasa semua politisi justru akan berebut panggung ini sebagai ajang kampanye.

Salah seorang teman di group whatsapp yang saya ikut memberitahu saya tentang strategi diferensiasi politik, atau secara bahasa lumrahnya disebut dengan strategi tampil beda.

Dalam dunia marketing, sebuah produk yang mampu tampil beda dari produk yang lainnya adalah produk yang paling disoroti. Sorotan inilah yang mampu mendongkrak popularitas dari produk tersebut. Ada banyak merek terkenal yang berhasil menggunakan strategi ini dalam pemasaran produknya.

Nampaknya tim kampanye AHaY juga mengadopsi strategi ini untuk mendongkrak popularitas AHaY. Ibaratnya berjualan produk baru, harus menggunakan strategi pemasaran yang berbeda dari biasanya agar produk tersebut bisa cepat populer di masyarakat.

Strategi ini memang terbukti membuat pendukung semua calon justru malah ikut mempopulerkan nama AHaY secara gratis. Pembicaraan di media sosial, hingga trending topik di twitter, bahkan di media cetak, dan TV sekalipun, tidak ada yang tidak membahas mangkirnya AHaY dari setiap undangan debat. Meskipun itu popularitas yang negatif, tapi popularitas adalah tujuan utama dari strategi ini.

Secara sederhana, saya bisa katakan kalau strategi ini menggunakan metode all in atau sekali muncul, sekalian semuanya. Titik beratnya ada pada kualitas produk. Kalau produknya bagus, maka kesuksesan yang di dapat, kalau produknya tidak bagus, keterpurukan bahkan kebangkrutan-lah yang didapat. Tidak setengah – setengah, menang sekalian atau kalah sekalian.

Sepertinya AHaY memang sedang dipersiapkan untuk kemunculannya nanti ketika sudah tidak bisa mangkir lagi. Tepatnya ketika debat wajib yang diselenggarakan oleh pihak KPU. Tanpa persiapan yang matang, saya rasa tim kampanye AHaY tidak akan berani menerapkan strategi semacam ini. Strategi yang justru bisa menjadi blunder bagi AHaY sendiri.

Kepercayaan diri dari tim kampanye AHaY yang menjadi perhatian saya. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, AHaY pernah mati kutu ketika hadir pada acara Mata Najwa, dan justru terlihat tidak mengenali programnya sendiri. Apakah kemunculan AHaY pada acara tersebut juga merupakan bagian dari strategi ini? entahlah…

Yang pasti, sorotan masyarakat sudah sangat tinggi atas mangkirnya AHaY dari setiap undangan acara debat yang diadakan oleh TV Nasional. Sorotan yang tinggi menuntut kualitas yang tinggi, kalau tidak, niscaya akan menjadi blunder yang lebih buruk daripada ketika tampil pada acara Mata Najwa.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Please follow and like us:

2 COMMENTS

  1. Pas debat KPU nanti dia datang dan bisa aja bilang “surprise”. trus kedua pasang calon yang lain malah “terkejut”. Pak mantan di tahun 2009, bukannya menggunakan strategi yang sama ya? sampai mas wowo yang sudah nyerang sejak awal di buat kurang berdaya. 🙂

LEAVE A REPLY

one × 2 =