Krisis Identitas dan Kepercayaan Diri Akan Eksistensi Budaya Bali

Saya mungkin adalah satu dari sebagian orang lainnya yang percaya kalau budaya Bali tidak akan pernah bisa musnah. Apapun bentuknya, budaya Bali akan terus berkembang dan melalui proses yang panjang hingga nanti. Akulturasi memang banyak terjadi, sebagai penyesuaian dengan keadaan dimana kebudayaan tersebut berkembang. Tapi apakah akulturasi ini membahayakan atau akan menyebabkan punahnya sebuah kebudayaan, saya rasa tidak begini sudut pandang yang digunakan.

Sebagai bahan pertimbangan, mari kita telusuri sejarah akulturasi budaya Bali, agar kita semua bisa sedikit paham akan proses dan historis dari perkembangan kebudayaan Bali itu sendiri. Untuk yang sumbu pendek, saya harap tidak melanjutkan karena saya khawatir anda bisa kejang – kejang, karena leluhur kita orang Bali adalah leluhur yang universal atau bisa hidup dimana saja berdampingan dengan berbagai macam entik dan budaya. Kebudayaan yang diwariskan juga adalah kebudayaan yang universal yang bisa diterima oleh berbagai macam suku bangsa di dunia.

Pura Dalem Balingkang ( Pertemuan Budaya Bali dan Cina )

Pura Dalem Balingkang lokasinya di Desa Pinggan, Kec.Kintamani, Kabupaten Bangli. Dibangun pada abad ke-11 oleh raja Sri Jaya Pangus Harkajalancana. 

ini pura atau kuil? Ada yang bisa membedakan?

Pura Langgar – Musala dalam Pura ( Pertemuan Budaya Bali dan Islam )

Pura Langgar berada di Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Dibangun sekitar abad ke 17 itu terkait sejarah keturunan Kerajaan Blambangan, Jawa Timur. Pura dimaksud sebagai tempat persembahyangan bagi umat Hindu di Bali. Sedangkan Langgar, dimaksudkan sebagai tempat ibadah bagi umat muslim.

ada yang bisa membedakan antara pura dan musalanya?
 

Tradisi Merari ( Pertemuan Budaya Bali dan Sasak Lombok)

Merari adalah tradisi pernikahan di Lombok yang sangat kental dipengaruhi oleh budaya Hindu-Bali, masuknya tradisi ini masih menjadi perdebatan antara setelah masa kolonialisasi Bali atau sebelumnya. Menurut John Ryan Bartholomew, praktik kawin lari dipinjam dari budaya Bali. Analisis antropologis historis yang dilakukan Clifford Geertz dalam bukunya Internal Convention in Bali (1973), Hildred Geertz dalam, tulisannya An Anthropology of Religion and Magic (1975), dan James Boon dalam bukunya, The Anthropological Romance of Bali (1977), seperti dikutip Bartolomew, memperkuat pandangan akulturasi budaya Bali dan Lombok dalam merari’.

coba bedakan kedua gambar ini? budaya Bali atau Lombok? Hindu atau Islam?

Janger Banyuwangi ( Pertemuan Budaya Bali dan Banyuwangi )

Meskipun tidak ada bukti tertulis tokoh yang dianggap sebagai figur yang memperkenalkan seni teater Janger di Banyuwangi adalah Mbah Darji asal Desa Klembon Singonegaran Banyuwangi. Sebagai seorang pedagang Sapi yang sering melakukan perjalanan dari Banyuwangi ke Pulau Bali, beliau mengenal dan kemudian tertarik dengan kesenian Janger yang ada di Bali. Kemudian  beliau memadukan kesenian Ande-ande lumut dengan unsur gamelan Bali dan terciptalah seni Janger Banyuwangi.

ada yang bisa membedakan ini di Bali atau di Banyuwangi?

Baris Cina ( Pertemuan Budaya Bali dan Cina )

Tari Baris Cina merupakan jenis tarian Bali yang diduga kuat mendapat pengaruh budaya Tionghoa. Selain dari namanya, hal itu terlihat dari gerakan dan tata busananya. Gerakan tarian ini lebih menyerupai gerakan pencak silat atau kung fu. Dalam buku Evolusi Tari Bali, pakar etnonusikologi dan pengamat tari Bali Profesor I Made Bandem memperkirakan tari Baris Cina tumbuh sekitar tahun 835, saat Prasasti Blanjong dituliskan. Tapi dia tak menjelaskan apakah Tari Baris Cina dan Gong Beri lahir pada saat yang bersamaan sebagai satu kesatuan atau dalam periode yang berbeda kemudian dikawinkan. Tarian Baris Cina kini menjadi tarian sakral di Pura Dadia Banjar Kelod (Renon), Pura Mertasari Belanjong (Sanur), Pura Segara (Sanur), Pura Gerua Delod Peken-Intaran (Sanur), dan Pura Petitenget (Kuta).

Ada yang bisa melihat sisi Bali di dalamnya?

Bordah (Pertemuan Budaya Bali dan Islam)

Pegayaman merupakan salah satu desa yang terletak di pedalaman yang merupakan bagian dari wilayah administratif Kecamatan Sukasada, Buleleng. Bordah merupakan salah satu kesenian yang berasal dan berkembang di Desa Pegayaman. Kesenian ini sudah ada sejak 1886 silam. Seni ini merupakan seni vokal yang diiringi dengan alat musik yang disebut borde. Seni yang bernuansa Islami ini dipadupadankan dengan budaya Hindu-Bali. Kesenian ini diduga satu-satunya kesenian yang hanya ada di Desa Pegayaman.

 

Geguritan Nabi Muhammad (Pertemuan Budaya Bali dan Islam)

Geguritan Nabi Muhammad (selanjutnya disingkatkan sebagai GNM) adalah manuskrip dalam koleksi Perpustakaan Kantor Dokumentasi Budaya Bali, yang tersimpan di Kropak G/XXVII/1/DOKBUD. Ia milik Ida Bagus Putu Ngurah Asmara dari Griya Banjar Singaraja. Ditulis dalam bahasa Bali Kawi dan bahasa Bali Kepara dan berhuruf Bali Swalalita (huruf Bali yang digunakan menulis Kakawin, Kidung, Geguritan, Babad dan Lelampahan) ia berukuran 32 sm panjang dan 3 sm lebar dengan 104 keping daun lontar.

Masih banyak akulturasi budaya Bali dengan budaya lainnya yang tidak bisa saya jelaskan satu per-satu. Kalau kita telaah, akulturasi tersebut sudah berjalan ratusan tahun, tapi apakah budaya Bali punah atau justru lebih kokoh berdirinya? Pertanyaan ini sudah terjawab dengan masih bertahannya seni dan budaya Bali hingga kini. Akulturasi adalah proses pengokohan budaya dimana budaya satu dan lainnya saling melengkapi satu sama lain. Akulturasi adalah keindahan yang sekarang melengkapi kebudayaan Bali.

Ketakutan akan kehilangan kebudayaan hanyalah bagian dari krisis kepercayaan diri kita akan identitas yang kita miliki. Hal seperti ini lah yang justru bisa melemahkan sisi budaya kita. Ketakutan akan selalu memunculkan eksklusivitas atau ketertutupan dan kecurigaan, kalau sebuah kebudayaan sudah tertutup dan hanya berlaku di kalangan tertentu, niscaya, budaya tersebut akan sedikit demi sedikit hilang ditelan bumi.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Please follow and like us:

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

2 × one =