Komunikasi Politik Curhat Ala SBY

Komunikasi politik setiap politisi tentu berbeda – beda, tapi setiap politisi memiliki gaya yang khas dalam komunikasi politiknya. Satu ciri khas dari komunikasi politik seorang SBY adalah seringnya dia memainkan bahasa yang mendramatisir keadaan agar orang bisa bersimpati padanya. Kalau boleh saya simpulkan, ciri khas komunikasi politik SBY adalah komunikasi politik curhat.

Kita tentu ingat dia dengan bahasa yang santun meminta kenaikan gaji presiden, bahkan dengan bahasa yang santun pula dia pernah curhat kalau fotonya dijadikan sasaran tembak oleh kelompok teroris. Terakhir dia memposisikan dirinya sebagai korban penyadapan yang sudah saya bahas sebelumnya.

Mari kita lihat screenshot berikut yang merupakan rangkaian twitt dari SBY pada akun resminya.

Sekilas, tampak dengan jelas sekali upaya SBY untuk menarik simpati dengan mencoba memposisikan dirinya sebagai korban dari ketidakadilan. Twitt tersebut mengisyaratkan bahwa SBY sudah tidak bisa berbuat apa – apa lagi terhadap tekanan yang dihadapinya.

Seluruh twitt yang ditulis SBY tersebut sebenarnya bisa dengan mudah dibantah dengan kalimatnya sendiri yang dia ucapkan pada press conference yang diadakan oleh SBY sendiri, dia menyebutkan bahwa seorang mantan presiden mendapatkan perlindungan dari negara dan Paspampres. Jangan lupa juga kalau SBY adalah ketua dewan pembina Partai Demokrat yang memiliki  Satgas Rajawali yang merupakan divisi keamanan internal Partai Demokrat. Saya rasa Satgas ini juga tidak akan tinggal diam dan sudah bergerak saat itu juga.

Tapi begini, kita tidak bisa memandang SBY sesederhana kita memandang masyarakat biasa.  Setiap komunikasi yang dilakukan oleh seorang politisi sekelas SBY di ruang publik tentunya memiliki sisi politik dan tujuan politik tertentu.  Secara politis kalau kita menangkap isi twitter SBY tersebut, jelas sekali terpampang tujuan politiknya adalah Jokowi dengan membalut kalimatnya sebagai kalimat tanya kepada Presiden dan Kapolri. Setelah Hak Angket dirasa tak laku, saya rasa ada upaya lain yang akan dilakukan oleh SBY dan Partai Demokrat setelah ini. apa upayanya?, kita tunggu saja.

Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, mantan yang ngambek akan mengupayakan konflik untuk bisa diperhatikan. Tapi tetap sebagai orang yang baik kita harusnya menasehati mantan kalau semua sudah berakhir dan mantan harus menerima kalau keadaan kita sudah lebih baik tanpa keberadannya.

Saya rasa, mungkin upaya politik yang akan dilakukan Partai Demokrat berhubungan dengan ditetapkannya Choel Mallarangeng oleh KPK terkait proyek Hambalang.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih…

Please follow and like us:

LEAVE A REPLY

5 × three =