Ulama Dari Mesir Yang Membuat Panik

468 total, 1 today

Belakangan beredar berita kedatangan ulama dari mesir yang katanya akan menjadi saksi ahli atas gelar perkara dugaan penistaan agama atas terlapor Ahok yang akan digelar hari ini. Setelah media sosial heboh dengan bantahan dan simpang siur berita, hingga beredar surat dari MUI kepada pihak mesir yang meminta penarikan kembali ulama tersebut.

Bahkan beredar berita kalau pihak MUI mendatangi kedubes mesir di jakarta. Bukan cuma pihak MUI yang panik, bahkan reaksi keras juga dikeluarkan oleh pihak Habib Rizieq yang menurut saya semuanya menunjukkan reaksi kepanikan.

Kepanikan adalah salah satu indikasi ketidakpercayaan diri atau bisa juga kepanikan adalah indikasi ada sesuatu yang ditutupi. Seseorang yang sedang menutupi sesuatu, pasti akan panik ketika dibongkar apa yang ditutupinya. Contohnya ketika seseorang berbohong, ketika kebohongannya hendak terbongkar, reaksi kepanikan yang muncul adalah marah atau kabur atau gertak balik dan yang sejenisnya.

Jadi begini, berita kedatangan ulama dari mesir tersebut baru hanya sebatas rencana. Belum ada tindakan apa – apa dari pihak Ahok atas ulama mesir tersebut, tapi berita yang beredar sudah heboh, bahkan sudah ada reaksi dari beberapa pihak yang saya sebutkan diatas. Lucunya lagi, ada berita yang memuat kalau ulama mesir tersebut diundang oleh pihak Jokowi. Untuk meyakinkan, digunakanlah foto kedatangan imam besar Al Azhar pada Februari 2016.

Dari sini kita bisa lihat betapa mudahnya berita bohong atau hoax itu beredar.

Tapi begini, dari rangkaian cerita ini saya melihat ada skenario yang di karang oleh pihak – pihak tertentu, kalau saya boleh pinjam istilah dari pak mantan, ada invisible hand yang bekerja untuk menggerakkan skenario ini.

Mirip seperti cerita sinetron, yang satu menyebarkan berita, yang satu lagi seolah membantah dan menghubungkan ke Jokowi, yang satu lagi seolah menjadi pahlawan kesiangan dengan melakukan upaya yang menunjukkan powernya yang mampu menghambat upaya dari pihak lawan, ketiganya menjadi satu kesatuan cerita dengan skenario yang sangat sempurna. Tapi mereka lupa, dasar cerita yang mereka gunakan adalah hoax yang sudah dibantah saat ini.

Mungkin perumpamaan yang paling dekat yang mirip dengan skenario ini adalah ketika demo 4 November kemarin, awalnya demo atas dugaan penistaan agama oleh Ahok, tapi kemudian di tengah jalan berubah menjadi demo untuk turunkan Jokowi.

Tujuan dari skenario ini tiada lain adalah membuat seolah – olah Presiden Jokowi menggerakan semua dan melindungi Ahok, padahal kalau kita lihat berkali – kali sudah dibantah oleh Jokowi. Tetap saja mereka tetap saja menuduhkan hal yang sama meskipun sudah dibantah. Tujuan lainnya adalah, untuk melemahkan kredibilitas Jokowi dan membuat seolah – olah Jokowi tengah mengadu ulama dan sedang memecah belah umat Islam.

Tujuan lanjutannya adalah titik titik, mari kita main tebak – tebakan.

Kita semua adalah masyarakat Indonesia yang cerdas, masyarakat Indonesia yang tidak mudah terpengaruh dengan berita – berita hoax, masyarakat yang sudah tidak lagi bisa dipengaruhi oleh skenario murahan seperti ini.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Mari Berbagi :

LEAVE A REPLY

twenty − 10 =