Tidurnya Menteri Susi

240 total, 1 today

Karena mengantuk maka dia tidur, itu adalah hal yang sangat manusiawi sekali. Setiap manusia yang ada di muka bumi ini ketika mengantuk pasti akan tertidur. Waktu dan tempat bukanlah sebuah masalah untuk perkara yang namanya tidur. Bahkan, sering kita dengar orang tertidur ketika mengendarai motor atau mobil yang berujung pada kecelakaan atau kematian di jalan raya. Semua jenis orang tidur tentu sering kita dengar dalam keseharian kita. Tapi tidak kemudian menjadi hal yang luar biasa.

Belakangan tidur menjadi sebuah fenomena. Mungkin karena tidur itu dilakukan oleh seorang sekelas Menteri. Apalagi tempat tidurnya yang bukan tempat biasa, sebuah kursi di sebuah bandara. Semua orang yang pernah bepergian jauh apalagi bepergian ke beberapa tempat berbeda dalam waktu yang terbatas, tentu terbiasa untuk tidur di bandara, terutama di kursi bandara. Jika kursinya penuh, maka lantai-lah yang menjadi pilihan untuk tertidur dengan berbantalkan tas. Ini adalah hal yang biasa dan sangat manusiawi sekali.

Pertanyaan terbesarnya adalah kenapa belakangan tidur justru menjadi seolah sesuatu yang berbeda. Menjadi sesuatu yang luar biasa, hingga menjadi viral. Apakah karena dilakukan oleh seorang menteri? Atau apakah karena dilakukan diatas kursi bandara? Bukankan semua itu adalah hal yang biasa? Bukankan banyak orang pernah melakukan hal yang sama?

Saya mencoba mencerna tidurnya ibu menteri di atas kursi bandara ini sebagai sebuah simbol. Simbol bahwa ada menteri yang bekerja sampai kelelahan untuk bangsanya. Simbol bahwa tidak semua pejabat apalagi sekelas menteri yang mementingkan dirinya sendiri. Tidur adalah cerminan manusia, dan di negara kita jumlah pejabat yang benar – benar manusia sudah sangat minim keberadaannya.

Kebanyakan pejabat malah berlaku bukan seperti manusia. Tanpa hati. Bahkan tega mengkhianati kepercayaan rakyat yang sudah memilihnya dengan perilaku koruptif, penuh pencitraan. Antara prilaku dan perkataan sudah tidak sejalan, bahkan banyak yang mencitrakan diri sebagai orang yang sangat agamis tapi tidak tanggung – tanggung korupsinya.

Masyarakat sekarang terlihat sangat merindukan simbol – simbol seperti Menteri Susi ini. Simbol kesederhanaan dan apa adanya.

Negeri ini seperti sudah kehilangan figur – figur pejabat yang merakyat. Figur pejabat yang bisa menjadi seperti rakyat dan berlaku seperti rakyat pada umumnya. Disadari atau tidak, siapapun itu, seorang pejabat adalah rakyat yang kebetulan menjadi pejabat. Selepas jabatan itu, mereka akan kembali menjadi rakyat. Rakyat yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan rakyat lainnya di negara ini.

Keseharian kita sudah sangat dipenuhi dengan pemberitaan akan tingkah polah pejabat yang aneh – aneh. Ada pejabat agamis yang berteriak anti korupsi malah korupsi. Ada pejabat yang sampai mengiklankan katakan tidak pada(hal) korupsi. Ada macam – macam tingkah polah pejabat yang tiada hentinya menimbulkan persepsi negatif atas sebuah jabatan. Puncaknya pada ketidakpercayaan masyarakat terhadap pejabat.

Mungkin beberapa kalangan menilai foto Menteri Susi yang sedang tertidur tersebut sebagai sebuah pencitraan. Tapi apapun itu, tindakan seorang pejabat publik akan tetap dinilai dari dua sisi yang berbeda. Ada yang pro dan ada yang kontra. Tapi saya berpikir begini, adakah orang yang bisa akting tertidur? Apalagi sampai tertidur pulas.

Terlepas dari semua itu, hasil nyata-lah yang berbicara. Bukankah seorang pejabat berprestasi seharusnya memang meninggalkan warisan yang bermanfaat untuk banyak orang agar bisa dikenang. Saya rasa warisan ini-lah yang nantinya akan berbicara banyak tentang apa yang sudah dilakukan oleh seorang pejabat. Sejarah akan mencatat apapun yang dilakukan oleh pejabat tersebut selama masa jabatannya. Sekarang tinggal pejabatnya itu sendiri, mau meninggalkan sejarah yang baik apa yang buruk. Itu saja.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Mari Berbagi :
  • Ya Allah..mentri model knp seperti iini..kok gk ethis aja lah.

    • harusnya yang etis seperti apa?

    • Ya hrs pd tempat nya..secara dia org di bilang panutan org2 ektabilitas tinggi..kok kaya gk menjaga harga diri nya.

    • jadi seorang panutan itu harus seperti robot ya mbak? yang nggak bisa ngantuk atau lelah? ngomong – ngomong harga diri itu apa ya mbak? apa harga diri bisa dihitung dengan dimana dia tertidur?

    • Kalau menurut saya pemimpin semacam itu gk patut saja.

    • Patut tidak patutnya sebenarnya tergantung dari sudut mana kita memandang. itu saja. Ada yang bilang patut, ada juga yang bilang enggak, pro kontra itu biasa dalam menilai sesuatu.

    • Ya itu kan mnrt saya….itu komentar saya …seandai nya ada yg setuju silah kan..cuma menurut saya itu aneh..mentri kok sembarangan glesehan..kayak gitu..gk wibawa blas..gk terpercaya…ya mungkin maklum..cuma gk tamat smu..hihiii

    • mbak ini bicara seolah – olah mbak lebih hebat dari beliau saja. mungkin seharusnya mbak yang punya standar moral tinggi ini jadi menteri ya. agar orang – orang bisa tau standarnya menjadi menteri itu seperti apa.

    • Lahh la kalau aq seperti dia dlm kedudukan ogah lah..punya sikap spt itu..saya jaga lah…apalagi setaraf mentri..menguap aja kalau bisa jgn sampai dilihat org apalagi tidur..itu hal2 prifat.

    • wah.. wah… wah… standar mbak ini keren sekali, menguap saja nggak boleh, apalagi tidur. Mungkin lain kali harusnya seorang menteri itu yang nggak pernah kerja ya mbak jadi selalu terlihat segar dan nggak nguap apalagi tertidur.

    • Ya hrs pd tempatnya.donk.bkn nya tidak boleh..orang itu hrs empan…papan..arti nya menempatkan pada tempatnya..jadi pemimpin itu jgn semau gue..

    • mungkin sekali – sekali mbak harus coba bepergian ke luar negeri biar sedikit tau rasanya. soalnya saya udah pernah beberapa kali bepergian ke luar negeri jadi saya tau lelahnya di perjalanan. di bandara udah nggak ada tempat tidur lagi mbak, bahkan kadang kalau nggak dapet kursi buat tidur, banyak kok yang tidur di lantai karena kelelahan.

    • Rahayuningsih emang hebat., tetapi lebih luar biasa buk susi.., tamat SMU lima bahasa bisa, jdi mentri dn beliau itu pengusaha kaya. Kalau anda apa..ngaca ya buk….

    • Skrg kan tau uang lah yg menentukan..bkn otak.

    • Makanya Bungloen..skrg anda tau bagaimana keadaan indonesia..rakyat tdk semakin baik tp malah terpuruk..karna ya itu yg jadi mentri bkn org yg..cerdas.

    • Rahayunningsih : apa hubungannya mbak? argumentasi anda sepertinya nggak nyambung dengan konteks pembicaraannya sih.

    • Ngalor ngidul to bu eeee….