Smartphone untuk anak, wujud kasih sayang yang menjerumuskan.

TOTAL : 308 ( TODAY : 2)

Beberapa hari yang lalu seorang tetangga membawa sebuah tablet kerumah saya dan meminta password wifi untuk anaknya, kisaran umur anaknya masih 10 tahunan, atau masih kelas 4 SD. Tidak ada yang aneh dengan tablet milik ibu tersebut, standar untuk anak kelas 4 sd lah ya, wallpaper masih bergambar naruto, daftar aplikasi di home screen ada fruit ninja, clash of clans, dan aplikasi game standard. Rasa ingin tau saya muncul ketika melihat ada aplikasi bbm yang terpasang disana, saya rada kepo atau penasaran, anak sekecil itu ngomongin apa sih di bbm. Darisinilah saya mulai merasa ada yang aneh, karena pembicaraan anak itu di bbm seputar pacaran, kata kasar ke teman, dan saling bully antar teman. mungkin itu memang bahasa gaul kekinian anak jam sekarang, tapi apa pantas? Meskipun jaman sudah berubah setidaknya sopan santun harusnya sudah ada minimal dari pembicaraan keseharian dari anak seumuran itu. Ngomongin pacaran pada usia 10 tahun? Apa jaman sekarang sudah semaju itu hingga pacaran sudah dibahas pada usia dini?

Sejenis investigasi atas dasar kepo pada isi bbm anak tadi, saya mulai membedah isi tablet tersebut. Mulai daftar history browsingnya dan saya menemukan anak ini sedang mencoba – coba beberapa alamat situs porno, entah ini dikasi tau sama temannya yang sudah dewasa atau mencoba – coba sendiri, tapi sepertinya untuk situs porno hanya orang dewasa yang mengetahui dan mencoba memberi pengaruh ke anak atau mungkin memang orang tua dari anak ini yang meminjam tablet tersebut dan mencoba membuka situs porno. Untuk perihal orang tua saya tidak bicarakan disini karena saya anggap sudah mengerti dan bisa bertanggung jawab atas tindakannya masing – masing. Tapi untuk perihal anak, apa ini baik untuk yang seumuran itu? Meskipun dengan pembenaran jaman yang sudah maju saya rasa dalam kondisi apapun ini tidak baik.

Lanjut saya coba bedah kata kunci yang digunakan di google, nampaknya keingin tahuan anak ini lumayan tinggi, kata kunci pornonya juga banyak tapi dengan bahasa anak – anak, contohnya “sek korea”, “japanis hot mom” dan kata kunci salah kaprah yang menurut saya ada yang mengajarkan dan ditulis mentah – mentah oleh anak ini. Tidak sampai disitu saja, saya coba lihat keseluruhan aplikasi yang terpasang pada tablet tersebut dan menemukan ada youtube terpasang, ketika saya buka yang muncul adalah list terakhir video yang di akses yang keseluruhannya adalah video kategori dewasa, dimana youtube dan semua aplikasi google sudah membatasi batasan umur akan akses ke semua hal sesuai dengan umur account utama yang terpasang pada perangkat tablet tersebut.

Disini saya coba menghentikan semua dan masuk kepada account yang terpasang pada tablet tersebut. Kecurigaan saya memang benar, account utama yang terpasang pada tablet tersebut adalah account orang tua dari anak ini, dan benar saja ketika menggunakan tablet ini google membaca anak ini sebagai orang dewasa dan membebaskan akses kesemua konten dewasa.

Saya memanggil tetangga saya dan menjelaskan semuanya kepada mereka, standar jawaban orang tua ya “saya tidak tahu”. Dan kalau nggak tau ya harusnya cari tau kan gitu standarnya, tapi mereka sepertinya memang orang tua yang terlalu sibuk untuk memperhatikan detail tingkah laku anaknya. Untungnya semua bisa diketahui sejak dini sebelum berlanjut kepada konten berbahaya lain yang tidak seharusnya bisa di akses oleh anak anak.

Saya disini tidak dalam posisi menyalahkan atau membenarkan pemberian smartphone kepada anak, tapi lebih kepada ajakan kepada para orangtua untuk ikut pintar seiring dengan makin pintarnya perangkat yang berkembang sekarang ini. Kita semua tidak harus menjadi gadget freak untuk sekedar tau cara membatasi akses anak atas internet yang memang kalau tidak dibatasi akan berbahaya bagi perkembangan anak. Sedikit tips yang bisa saya kasi untuk pengguna android, sebelum memberikan perangkat ke anak sebaiknya registrasikan email di gmail dan dalam kolom tanggal lahir gunakan tanggal lahir anak, dari sini google bisa membatasi akses anak atas browsing dan aplikasi google lainnya. Kalau anda berfikir untuk membuatkan facebook atau twitter untuk anak anda, mending anda berfikir seribu kali karena sosial media tidak memiliki batasan, oleh karena itu dalam Terms nya facebook dan twitter ada pembatasan umur untuk yang memiliki account. Aplikasi berbasis chat juga rentan dengan kontent berbahaya untuk anak, untuk hal seperti ini pembatasnya cuma pada orang tua itu sendiri.

Mari kita bersama – sama membangun generasi yang cerdas dengan perangkat pintar yang memang bertujuan untuk membangun generasi yang lebih maju tanpa harus terjebak pada segala pengaruh buruk dari teknologi itu sendiri. Anak pintar, perangkat pintar, orang tua pun harus ikut pintar.

Perlu diingat kalau anak yang terlalu bebas, apalagi dibiarkan dalam kebebasan kan tertanam bibin cabe yang akan menjerumuskan dirinya dan masa depannya nanti.

Ahhhh… nyiup kopi malu jak roko katih…

Mari Berbagi :