Raja dengan doktrin ramalan dan mimpi akan sebuah kejayaan.

331 total, 1 today

Saya mungkin tidak punya bekal cukup untuk bisa membenarkan atau menyalahkan claim seseorang akan sebuah status/gelar yang berdasarkan kira – kira, tapi setidaknya saya masih bisa untuk memberikan sedikit sumbangsih pendapat akan keadaan yang sekarang ini yang menurut saya sudah rentan akan kondisi adu domba yang tidak jelas.

Pertama saya ingin sedikit berargumen soal doktrin ramalan sabdapalon yang konon dibawa dari masa lalu dan di claim sangat akurat. Untuk yang ingin tau apa itu ramalan Sabda Palon silahkan cari di google, ada banyak artikel mengenai itu.

Dalam analogi pemikiran saya, ramalan entah dari siapapun dan seberapa terkenalpun peramal tersebut tetap akan menjadi ramalan yang belum bisa dibuktikan secara pasti, seperti halnya ramalan zodiac yang terus saya ikuti kedatangannya di tabloid mingguan ketika masih duduk di bangku smp, tidak satupun ramalan itu menyatakan sebuah kepastian, ukuran sebuah kepastian adalah tindakan dan perbuatan yang kita lakukan untuk mewujudkan ramalan tersebut. Untuk dipahami bersama, saya disini tidak dalam posisi untuk membenarkan atau menyalahkan yang percaya akan sebuah ramalan, disini saya coba untuk mengajak kita semua untuk berlogika sebelum percaya.

Kedua, mengenai kedatangan seorang ratu adil yang akan membawa negeri kita kedalam sebuah kemakmuran. saya tidak ada masalah dengan hal ini, yang menjadi masalah adalah claim bahwa si A atau si B adalah sang ratu adil yang dimaksud, disinilah timbul polemik, karena dasar pembenar dari claim tersebut adalah kira – kira, dalam sebuah kira – kira akan muncul yang setuju dan tidak setuju. Para pendukungnya akan mengatakan setuju, dan begitu juga sebaliknya, kalau ini dipupuk dengan fanatisme dan militansi yang juga sering di dengung – dengungkan maka kita tau semua ini akan berujung pada perpecahan, jadi menurut analisis saya, kalau kira – kira masih belum jelas asal usulnya mending tidak usah claim diri sebagai ini dan itu.

Ketiga, claim akan status raja, mari kita sepakati terlebih dahulu apa sebenarnya itu raja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI):

raja/ra·ja/ n 1 penguasa tertinggi pada suatu kerajaan (biasanya diperoleh sebagai warisan); orang yang mengepalai dan memerintah suatu bangsa atau negara: negara kerajaan diperintah oleh seorang –; 2 kepala daerah istimewa; kepala suku; sultan; 3 sebutan untuk penguasa tertinggi dari suatu kerajaan; 4 orang yang besar kekuasaannya (pengaruhnya) dalam suatu lingkungan (perusahaan): — minyak; 5 orang yang mempunyai keistimewaan khusus (seperti sifat, kepandaian, kelicikan): — kumis; — copet; 6 binatang (jin dan sebagainya) yang dianggap berkuasa terhadap sesamanya: — buaya; — jin; 7 buah catur yang terpenting; 8 kartu (truf) yang bergambar raja;– adil — disembah, — lalim — disanggah, pb raja yang adil disayangi dan raja yang zalim dibenci; tiada — menolak sembah, pb tidak ada orang yang tidak suka dihormati;

Kesimpulan dari pengertian diatas, raja harus mempunyai wilayah atau daerah yang dikuasainya, misalnya seorang bupati adalah raja dari sebuah kabupaten, bisa diartikan seperti ini, dan seterusnya… nah yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana dengan validitas seseorang yang claim dirinya adalah raja dari wilayah yang sekarang sudah tidak ada lagi, masih validkah gelar raja tersebut? Saya rasa secara analisa orang normal semua akan bilang tanpa ada wilayah yang nyata, sudah tidak valid lagi gelar raja tersebut.

Dari ketiga kondisi diatas, saya simpulkan bahwa, tidak ada satu orang pemimpin pun, yang akan bisa membawa negeri ini menuju kepada mimpi sebuah kemakmuran dan kejayaan seperti yang diramalkan dalam sabdapalon, kalau tidak dibarengi dengan sikap kita yang bersama – sama berjuang dan berusaha untuk mewujudkan kemakmuran tersebut. Jangan lupa, gelar pemimpin atau raja atau apalah tetap di emban oleh seorang manusia yang tidak akan bisa berbuat apa – apa tanpa dibarengi dengan sikap yang sama dari rakyatnya. Silahkan kita semua bermimpi untuk memiliki kerajaan dan diangkat menjadi raja, tapi kita tetap harus ingat bahwa kita adalah rakyat yang berkewajiban untuk bersama – sama berjuang bersama pemerintah untuk mewujudkan kemakmuran dan kejayaan negeri ini, karena untuk saat ini raja di negeri ini cuma satu yaitu seorang presiden yang jelas wilayahnya melingkupi negeri ini dari sabang sampai merauke.

Ahhhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

LEAVE A REPLY

four × 2 =