Puspanjali berHijab, Salah Paham atau Paham yang Salah?

1,310 total, 2 today

Akulturasi budaya sering membuahkan polemik di masyarakat kita, ada banyak komentar baik itu yang pro maupun kontra, bahkan ada yang menggunakan pakem budaya hingga taksu Bali sebagai bahan argumentasi. Dalam setiap argumentasi tersebut masing – masing memiliki setidaknya satu kelemahan, yaitu salah paham.

Sebelumnya mengenai pakaian, saya sudah bahas di sini: http://bungloen.com/busana-yang-berbudaya-dalam-budaya-berbusana/

Sebelum melanjutkan, ada baiknya kita bahas dulu mengenai dasar dari sebuah tarian. Dalam setiap pementasan tari Bali ada 3 hal yang tidak bisa kita lepaskan, pertama gamelan atau musik, kedua gerakan tari, ketiga kostum atau pakaian. Dalam setiap tarian sudah memiliki aturan masing – masing mengenai tata suara gamelan, tata gerak tari dan aturan mengenai kostum yang dikenakan. Ketiga hal inilah yang menyebabkan satu tarian dengan tarian lainnya berbeda dan memiliki ciri khas masing – masing.

Dalam pakem budaya Bali, kostum atau pakaian yang digunakan dalam seni tari Bali menggunakan konsep Tri Angga yaitu Uttama Angga (Kepala), Madyama Angga (Badan), Kanistama Angga (Pinggul ke bawah). Dalam setiap bagian (kepala, badan atau pinggul kebawah) memiliki makna filosofis nya masing – masing.  Ketiga pakem ini berbeda makna untuk pria ataupun wanita, eksistensi ketiga makna inilah yang dipertahankan oleh masyarakat Bali dalam berbusana.

Pengurangan atau penambahan ataupun modifikasi dari pakaian adat Bali bisa dibilang melanggar pakem dari pakaian tersebut dan sudah keluar dari makna filosofis yang sebenarnya melekat dalam pakaian tersebut.

Ada banyak yang mengatakan kalau tarian Puspanjali Berhijab adalah sebuah modifikasi dari tarian Puspanjali yang asli. Menurut saya ini adalah bentuk kesalahan pemahaman mengenai pakem tarian dan hijab itu sendiri.

Pakem kostum atau pakaian dari sebuah tarian seperti yang sudah saya jelaskan diatas merujuk pada aksesoris yang digunakan di kepala, bentuk pakaian yang melekat di badan hingga kebawah dan sarana atau prasarana yang digunakan dalam melangsungkan tarian tersebut. Modifikasi pakaian dalam sebuah tarian berarti merubah aksesoris yang ada di kepala atau merubah bentuk pakaian yang digunakan dalam tarian tersebut. Misalnya, tarian Puspanjali tapi menggunakan gelung, atau tarian Puspanjali dengan menggunakan topeng dan sebagainya adalah bentuk perubahan atau modifikasi dari tarian itu sendiri.

Melihat hijab sebagai sebuah pakaian adalah sebuah kegagalan untuk memahami hijab itu sendiri. Hijab bukanlah pakaian, hijab adalah identitas. Seperti halnya agama, hijab tidak mungkin dilepas, karena hijab adalah identitas yang dipilih oleh orang yang menggunakannya. Kitapun bisa memilih identitas agama kita sendiri bukan? Begitupula dengan wanita muslim, bisa memilih identitasnya sebagai muslim berhijab atau tidak. Hanya saja identitas agama tidak tampak, namun identitas berhijab memiliki visualisasi dalam bentuk pakaian.

Mungkin kekeliruan mengartikan hijab memang banyak berasal dari kalangan umat islam sendiri, karena itu pemeluk agama lain mengartikan hijab dengan cara berbeda.

Beranjak dari pemahaman ini, saya melihat tarian Puspanjali Berhijab sebagai sebuah tarian Bali yang ditarikan oleh wanita muslim berhijab. Itu saja. Tidak ada modifikasi di dalamnya, tidak lebih daripada saya melihat tarian Puspanjali ditarikan oleh wanita barat atau bule.

Menyatukan pemahaman Puspanjali dengan Hindhu Bali adalah sebuah hal yang keliru, karena agama dan budaya memang sangat berbeda cara memahaminya, meskipun kadang terlihat seperti sebuah kesatuan. Puspanjali adalah buah dari seni dan budaya Bali, Hindu Bali adalah buah dari agama Hindu yang berkembang di Bali. Puspanjali Berhijab adalah buah dari seni dan budaya Bali yang dikembangkan oleh umat islam yang ada di Bali.

Sekali lagi saya tekankan, tarian Bali adalah buah budaya Bali dan menurut saya bisa ditarikan oleh siapa saja termasuk wanita muslim berhijab. Bahkan belakangan tarian puspanjali banyak juga ditarikan oleh laki – laki dengan kesan lucu – lucuan, apakah kita harus melihat ini sebagai sebuah pelecehan? Saya rasa tidak begitu caranya memahami sebuah kebudayaan.

Saya justru melihat keberagaman seperti ini sebagai sebuah keindahan, karena kesenian itu sendiri sejatinya adalah ungkapan dari sebuah keindahan. Alangkah baiknya keindahan ini untuk kita jaga agar tetap indah hingga bisa diwariskan kepada anak cucu kita.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Mari Berbagi :
  • semua bisa indah, tergantung kita memaknainya. penjahat paling biadabpun akan bilang indah terhadap hasil kejahatannya.

    • anda gagal paham masbro. kejahatan dan keindahan bukanlah hal yang sejalan. coba ditelaah lagi lebih dalam.

    • tergantung cara anda menterjamahkan dan melakoninya masss

    • logika anda melintir namanya. mau diterjemahkan seperti apapun kejahatan bukanlah keindahan.

    • sama halnya dengan seni masss,, “relatif” dan tidak bisa dipaksakan sesuai cara pikir dan logika anda sendiri

    • sekali lagi anda gagal paham. pahami dulu-lah tulisannya baru komentar.

    • sekali lagi saya bilang anda gak nyambung dan terlalu memaksakan logika anda sendiri

    • Bukan gtu,,,jangan suka mengutak atik kesenian dan kebudayaan orang,,,menghargai kesenian orang lain bukan begitu caranya,,,itu namanya mencuri,,,kalau menurut saya,,,tapi saru gremeng,,,sedikit demi sedikit,,,
      Jangan seperti itulah,,,jangan sedikit2 mengatas namakan seni,,,

    • Ya mungkin seperti tarian barong Bali yg merupakan adaptasi dari tarian barongsai

    • Ini acaranya di BALI,,,tarinya PUSPANJALI,,,tp yg di tampilkan pakai hijab,,,dan kalau gak salah niki acara internasional ngih,,,
      Trus,,,anda mau menunjukkan tari PUSPANJALI itu pakai hijab gtu,,,?
      Dunia luar yg belum pernah nonton tari PUSPANJALI akan terpatri di ingatannya bahwa tari PUSPANJALI itu pakai hijab,,,
      Itu yg anda mau,,,?

    • Dekli Bali : gamelan itu dari jawa timur bli, bali sendiri sudah mencuri gamelan dan digunakan bahkan di klaim sebagai budaya bali. barong dari cina, bahkan di klaim sebagai budaya bali. apa lagi ya? terlalu dangkal memahami ini sebagai pencurian budaya.

    • bagaimana anda bisa membuat pernyataan bahwa tarian barong itu adalah tarian barongsai?

    • anda tahu apa beda gamelan Bali ama gambelan Jawa?,,, bagaimana anda bisa bilang itu diklaim sebagai budaya bali?

    • Kalau barong itu kan memang berkaitan,,,karena ada kemiripan budaya,,,dulu kan ada agama siwa budha,,,barong sai tetep seperti aslinya,,,gamelan dari jawa timur,,,? Maksudnya bahan napi konsepnya,,,?

    • gak baik terlalu arogan dan sok paling benar apalagi dibalik semua itu ada niat pemaksaan pembenaran terhadap kebenaran yg anda yakini sendiri mas

    • Nah,,,betul itu Pak Bruits Nyoman,,,

    • Bruits Nyoman Dekli Bali : pahami dulu lah yang namanya pakem atau sejarah dari sebuah kesenian di bali, gagal paham anda sudah kelewatan dalam memahami kesenian. pahami juga soal hijab, sifat fanatis dan ketakutan anda berdua sudah sangat kental.

    • Nah,,,gini,,,kalau ada yg gagal paham,,,dan anda paham,,,sudah saatnya anda buat tulisan mengenai sejarah kebudayaan BALI hindu,,,barangkali saya yg gagal paham,,bisa paham,,,

    • saya bukan pemaham ketakutan mas bunglon,, anda terlalu mudah berkomentar menjudge seseorang. tapi kembali lagi niat anda terlalu kuat memaksakan keyakinan anda pada orang lain tanpa melihat permasalahan secara jernih

    • Dekli Bali Bruits Nyoman : ini bukan bentuk pemaksaan keyakinan, buktinya disini saya sediakan kolom komentar untuk diskusi. itulah kenapa disini ada diskusi, tapi daritadi diskusi yang ada hanyalah argumentasi tanpa dasar dari anda berdua. kalau anda bilang itu salah, silahkan cari dasar yang menyalahkan dari tulisan saya.

    • Ngih,,silahkan lanjutkan pemahaman anda,,,biarkan saya dengan pemahaman saya,,,
      Apa yg dihasilkan dari diskusi disini,,,? Semoga ada manfaatnya,,,

    • pemahaman sendiri silahkan pakai sendiri gk usah share di medsos untuk cari opini,,,piye sampyean mas bunglon

    • Siapa yg menciptakan tari PUSPANJALI,,,orang BALI apa orang arab,,,sebelum merubah milik orang sudahkan kita minta ijin,,,?

    • Contohnya gini,,,saya mendesign sebuah rumah,,,terus anda edit2 sedikit,,,trus anda mengakui itu design anda,,,o,,,tidak,,,jangan seperti itulah,,,

    • Dekli Bali : yang dirubah dari tarian puspanjali apanya ya? sudah sebegitu pahamkah anda dengan pakem sebuah tarian? pahami dulu ini masbro biar nggak gagal paham terus, apalagi menggunakan argumentasi khas sumbu pendek kayak gitu. 🙂

    • sumbu mas bunglon sumbu anda gak ada, logika dan paham yg ngawur

    • Lah,,,pakem apanya maksudnya,,,gerakannya,,,pakaiannya,,,kalau gerakan itu namanya agem,,,bukan pakem,,,

    • Kok gk dijawab mas,,,pencipta tari PUSPANJALI siapa,,,?

    • O ia,,,gmana caranya keluar dari page ini,,,saya sudah UNLIKE tp kok masih bisa komentar ya,,,

  • Bgmn bisa anda bertanggung jawab dgn seni budaya? sdgkan yg anda bawa seni arab dan bilamana sebuah karya seni yg berlandaskan budaya berbeda, apalagi berbeda negara disebut kolaborasi. siapa yg berhak melakukan kolaborasi budaya Bali dgn Arab?

    • anda gagal paham juga rupanya. silahkan dipahami dulu tulisannya.

    • anda faham dgn tujuan dan tulisan anda? pernah dengar kolaborasi seni dan budaya tradisi daerah?

    • silahkan dijelaskan bagian dari kolaborasi seni yang dimaksudkan pada tulisan ini?

    • bedakan antara kolaborasi dan adaptasi. kolaborasi berarti penyatuan 2 kebudayaan, adaptasi berarti penyesuaian dari satu tarian agar bisa ditarikan. lihat saja penyesuaian bentuk hijab yang digunakan ketika melakukan tarian ini. mudah – mudahan bisa dipahami lebih dalam.

    • Saya belum pernah dengar kolborasi seni tradisi tanpa komposer dan kreograpernya tdk terlibat. apakah anda orang arab?

    • Adaptasi kebablasan…anda jgn ngaco…

    • hahahha… sepertinya anda kurang paham mengenai sejarah budaya bali. silahkan baca literatur sejarah budaya bali dan bagaimana orang bali mengadaptasi kebudayaan lain hingga menjadi budaya bali yang sekarang ini.

    • yakin komposer dan koreographernya adalah orang arab? bukannya orang bali ya? pertanyaannya, memangnya ada pakem yang dilanggar dalam tarian tersebut. silahkan dijawab.

    • Sejauh mana anda paham mengenai sejarah budaya bali?

    • Hijab itu adat apa keyakinan ya?

  • Dalam setiap tarian kan sudah ada pakem pakem tata cara dan jenis pakaian apa saja yg dipakai seorg penari. Contohlah di area lengan tangan disebut gelang kana. Dikepala disebut hiasan gelung.. nah kalo gelungan digantikan hijab atau jilbab bagaimana ?? Mohon pencerahannya jeroo

    • gelungnya tidak digantikan pak, lihat saja hiasan di kepalanya. mulai dari kamen, gelang kana, badong, semua lengkap. pakem tari tidak dilanggar pak.

  • Biarlah budaya Bali apa adanya. Jangan dibikin ruet lagi. Dan alangkah indahnya pake akun asli..

    • tetot… gagal paham lagi. silahkan buktikan keaslian anda, yang pasti manusia dibelakang akun ini asli.

    • hanya gagal paham opini yg anda utarakan mas bunglon,, parah bingit

    • Heheee….Mas bunglon gak boleh gitu, mentang anda tinggal di Bali mengatakan budaya itu seperti pikiran anda, sangat berbeda mas.

    • Anda yang gagal paham gak? Ingin menyamaratakan pemikiran Anda sendiri. Kalau ada yang berpendapat pasti Anda bilang gagal paham

  • Hindu sama budaya di bali menyatu gak bisa di pisahkan..jadi situ yg keliru..lengej yen ade nak bali ne membiarkan tarian bali di ubah oleh agama lain dengan memasukan unsur agamanya…ini gerkan islamidasi yg dulu di pakai oleh wali songo islam buat islamisasi jawa

  • Tebak cang ne jeleme islam pasti..orang bali gak akan mau budayanya di rubah apalagi oleh agama teroris kayak islam

  • Kalo ngomongin sejarah gak ada satupun tarian atau seniman bali yg memasukan unsur islam di taria bali ..karena mereka tau mana budaya yg luhur mana budaya rusak

  • Orang goblok keras kepala sok ngomong serajah.

  • Jelas be jeleme onta ne nok..islam ci pasti ae ngaku kaum simamad dari gua hira

  • Saya tidak setuju dengan tulisan anda.

  • Ne onta yg mau bodoh bodohin orang bali biar onta bisa islamisasi dengan merubah budaya bali jd syariot..kalo gak ngapain dia ngotot kalo gak ada udang di balik batu

  • lol,, hanya modal gagal paham mau memaksakan kehendak,,,hahaha

    • kalau ini adalah sebuah gagal paham, silahkan dijelaskan paham yang benar menurut anda.

    • hahahaha,,,,mas bunglon kalau bikin ts itu jangan asal, kebenaran dan keyakinan itu bukan semata milik anda

    • lah diminta menjelaskan malah kayak gini jawabannya. ckckckckck.

    • Mas bunglon,,,kan td saya yg minta anda menjelaskan,,,knp sekarang minta orang lain menjelaskan,,,?

  • Ya Kalo mereka iklas untuk mencintai budaya kita,Tapi Kalo Ada maksud tertentu?????seperti merubah adat budaya kita????
    Karena banyak Wisatawan manca negara mencintai adat budaya Bali dan benar” mendalaminya tanpa metubah apapun dan tanpa ada embel” tersembunyi dibelakannya,TIYANG SETUJU,Kalo Ada udang dibalik batu??TIDAK

    • budaya bali adalah budaya yang akan selalu hidup karena keluar dari dasar yang tulus dari pelaku seni dan budaya bali itu sendiri, itulah kenapa selama ratusan tahun budaya bali masih berdiri tegak, bahkan diadaptasi oleh budaya lain, bahkan terkenal hingga ke mancanegara. saya yakin budaya bali tidak akan hilang meskipun diadaptasi dalam bentuk apapun.

    • Teori bagus praktek nol,bangunan Bali aja udah jarang terliat,ya jgn sampe nama mencerminkan tingkah laku

    • belum pernah keluar bali ya bli? tuh ada pura di swiss, ada pura di banyuwangi, jogja, jakarta, bahkan di seluruh indonesia ada bangunan bali bli. jangan terlalu sempit berpikirnya, keluarlah dari dalam tempurung sekali – sekali.

    • Onta sing ngelah seni,manusia intoleran.pintarnya klaim,bikin rusuh itu baru jagonya. perlu revolusi kitab.

    • Made Bungloen ha ha katak dalam tempurung,maaf saya tidak sombong 2 Tahun saya di Swiss,sekarang dari th 2005 di America ampe sekarang walo Jadi Tki,di New York patung Dewi saraswati,walo kota bebas tapi patung Dewi saraswati,100% ala Bali Tidak dipaksakan mengikuti aturan setempat,Beh kene ba ulian cek google gen

    • Iwan Suantara keweh ngomong ajak nak gelem,orain melali ke Swiss kapah kapah

    • siip… silahkan dilanjutkan sendiri (y)

    • Biar kam ngerti pake bahasa Indonesia aja,Karena saya ragu anda orang Bali,semua bangunan Bali yg ada di luar negeri,mereka bangga ornaments nya Asli Bali,belajar dulu sebelom ngomong,saya merasa malu seandainya ada orang Bali mau merubah adat dan budayanya,Kami yg tinggal di luar selalu membanggakan keaslian Kami,

  • lol,,,mau terkenal dengan mengotak atik budaya dan agama tertentu sama halnya dengan provokator

  • Kalau mereka menarikan tarian bali sih bileh2 saja, orang bali akan senang.. Namun pakaiannya disesuaikan dengan aslinya dong… Itu mencapurkan dengan budaya muslim namanya brow…

    • seperti yang sudah dijelaskan, hijab itu identitas karena memang tidak bisa dilepas atas dasar keyakinan mereka, sedangkan aturan atau pakem tari juga tidak dilanggar. saya melihat bukan mencampurkan 2 kebudayaan, beda pemahamannya.

    • Keyakinan itu berkaitan dgn agama, ini artinya anda ingin mengislamkan tari puspanjali. Kl ngga mau buka hijab sebaiknya anda tarikan tarian yang lain.

  • kalau anda merasa ada kemanpuan seni alangkah baik dan bijaknya kalau anda ciptakan tarian sendiri untuk menambah kasanah budaya tarian nusantara mas bunglon,, gk usah yg sudah ada dan terkenal anda dompleng untuk mencari sebungkus nasi,, preetttt

    • whuih.. sumbu pendek detected…

    • Bagaimana klo buku al quran anda dipake bungkus kacang? Toh itu cuma secarik kertas wahai made bungloen

  • Buat tari gak bisa tp malah maksa tarian orang di rubah oleh onta situ sehat..kalo situ bisa buat aja tarian onta dan jangan bawa budaya bali…bali dan onta itu beda

  • antara onta dan mis,, sodara sepupu suka bikin onar

  • Onta otak 2d..nih onta maksa banget dengan argumen tololnya..gw yakin nih onta

  • Kalah beragumen nih onta

  • Tdak setuju pko nya tdak stuju itu msak itu di lestarikan anak cucu .

  • hati hati adu”domba” !!!

  • Nih bocah gak bisa buat tarian tp sok maksa biar tarian bali di ubah..

  • Gw tau banyak pura di eropa tp tetep pakai arsitektur bali buka eropa apalagi budaya onta gurun…dan gak ada tarian bali yg pakai jilbab kostumnya …onta gak tau diri aja yg main rubah padahal bukan punya mereka..emang nya lo mau mobil lo di modif sama orang seenaknya terus klain itu punya mereka

  • Bisanya cuma bilang sumbu pendek onta yg satu ini… dasar bahlul

  • Tiang sareng diskusi. Sebelumnya tiang mataken dumun, pakem2 dalam tarian tradisional bali meliputi napi manten? Apa termasuk pakaian dan aksesorinya? Niki tiang mataken sareng Made Bungloen

    • silahkan dibaca, di tulisannya sudah ada.

    • Tidak ada tersurat di sana. Mohon dijawab agar bisa berdiskusi dg baik

    • hiasan di kepala, kamen di badan atas dan badan bawah, termasuk aksesorisnya juga tercakup dalam pakem.

    • Ok,kalau pakemnya diubah, apa masih bisa disebut puspanjali?

    • pakemnya berubah tarian jadinya berbeda

    • Apa berhak menggunakan nama puspanjali?

    • mulai kegagalan paham letaknya disini, pakem yang dimaksud adalah, bentuk hiasan yang ada di kepala, bentuk badong yang ada di leher, bentuk kemben yang ada di badan, bentuk gelang kana yang ada di tangan, dan bentuk kamen yang ada di bagian bawah. coba telaah lagi struktur dari pakem sebuah tarian, biar nggak panjang lebar kemana mana. setelah paham struktur tersebut, cocok kan lagi dengan tarian yang dibawakan.

    • Sebelum lanjut, tiang tanya dulu. Pak Made apa berlatar belakang seni? Atau, punya kompetensi sebagai seorang seniman? Ampura tiang mataken, karna tiang tidak punya kompetensi sebagai seorang seniman. Logika tiang mengatakan jika pakem berubah, tarian tertentu namanya ya berubah juga

    • nama memang berubah jika pakem berubah.

    • Jadi menurut Pak Made, pakai hijab nika tidak merubah pakem?

    • tidak merubah pakem, seperti yang dijelaskan dalam tulisan tersebut, pakem yang meliputi hiasan di kepala, tangan, dan lain – lain tidak dirubah.

    • Kembali tiang tanya, Pak Made apa seorang ahli seni tari Bali? Mangda ten iwang tiang

    • saya bukan ahli dalam seni tari bali, tapi saya banyak baca mengenai literatur seni bali. tulisan ini juga sebagai pendapat saya pribadi, diskusi ini adalah diskusi kita, bukan diskusi atas nama seni bali.

    • Manut sekadi pikiran belog tiang, yening ten maduwe kompetensi ring bidang punika, becikan sampunang menyampaikan penilaian secara umum. Cukup anggen konsumai pribadi Pak Made manten

    • O nggih, mataken je asiki. Yen tari saman ditarikan ten nganggen hijab, uyut ten nggih nak di kedituan?

    • Adane gen be made bungloen…sing nawang bebedag. jilbab to asli budaya timur tengah! Pang ci nawang. gaenan ibane taru kreasi baruu…de nempel2 di seni budaya bali.

    • hahahha… gagal paham lagi, setiap orang bebas berpendapat bli. monggo, silahkan pelajari lagi aturan berpendapat dan berpikir. bli sendiri apakah seorang ahli? tentu bukan seorang ahli, tapi juga berpendapat dengan berdiskusi disini kan?

    • Tiang bukan ahli, sampun tiang sampaikan. Tiang berpendapat karna ada penilaian yang dijadikan konsumsi publik. Sampunang gagal paham Pak Made nggih

    • Berpendapat yg bertanggung jawab broo…fahami yg anda bicarakan ini bidang apa!!! ini budaya dan seni…

    • Ngurah Mahasvira : hahahha. beh gagal paham lagi, coba baca sejarah tari saman lagi bli. yang dirubah nike pakem tariannya, definisi pakem tariannya sendiri sudah jelas. ckckckck.

    • Dewa Koyo : beh argumentasi kene ane nengok, ckckckck.

    • Tari saman sumatra?

    • Cang tersinggung ne…mai ngorto seni budaya ketemuan…

    • Dewa Koyo : tari saman aceh bli, monggo dipelajari dulu pakem dan sejarah tariannya.

    • Pak Made, tiang nakenang tari saman bukan berdasarkan pakemnya. Coba baca pelan2 maksud pertanyaan tiang.

    • Yening tari saman ditarikan nak lenan ten nganggen hijab, kenken ye pendapat nak di kedituan? 😀

    • Utk apa?…gini ya broo…saya ada group sdh sering kolaborasi dgn Noh (japan), India, ada ketentuan2 yg harus dibahas dan ada yg tdk boleh dan boleh. Nama group saya Cudamani … anda bisa cek di youtube jg di website Cudamani.

    • Yen masalah beneh napi ten, becikan takenang ring ahli2 seni manten. Pendapat pribadi simpan manten

    • Mari bertanggung jawab dgn seni budaya daerah!!!!

    • Ngurah Mahasvira Dewa Koyo : beh yan kene pola diskusi sing ada titik temu secara keilmuan, bolak balik. di tulisan tersebut sudah ada argumentasi yang dikeluarkan, sekarang silahkan bantah dengan tulisan, pang sing berlarut – larut kene. pendapat adalah hak semua orang, silahkan keluarkan pendapat anda kalau memiliki pendapat yang berbeda.

    • sekian dan terima kasih. silahkan dilanjutkan (y)

    • Nak sampun bingung nike,,,
      Yg jelas,,,tari nike tidak jadi dipentaskan,,,sampun diganti dengan tari PUSPANJALI ASLI,,,
      Sampunang di bahas malih,,,ngiring mesikian ngajegang budaya BALI ne,,,
      Sane uning carane keluar dari page niki punapi carane,,,tyang sudah UNLIKE,,,masih aja tyang liat pemberitahuan page niki,,,

    • Kene manten, tiang menengahi, Pak Made niki silahkan diundang di grup seni oleh Pak Dewa. Nah, irika durusang berdiskusi. Yening diskusi ajak tiang, pasti arahnya ten ke keilmuan seninya. Paling2 kebenaran menurut umum, manut sekadi nilai2 yang berlaku di masyarakat setempat

    • Dekli Bali : setelah unlike, silahkan di kanan atas cari segi tiga kecil, ada tulisan stop seeing notification of this post. monggo silahkan dicoba.

    • Wah di hape tyang gk ada segi 3 nya,,,mungkin lewat pc ada ya,,,suksma ngih,,,

    • mungkn hrs cari tau..apkh pakem pakaian/akssoris bs drubah krn ini jg mnyangkut hak cipta..jgn drubah saenaknya..gk ada yg larang tari bali dpelajari/ dtmpilkan dluar bali..yg penting sesuai dg aslinya..kalo mau dirubah ya pake nama lain.kontenporer mslnya.. hargai penciptanya..krn tdk smua tari bali bs dpentaskan dtmpat umum.. kra2 bgtu. sekian dr sy yg krang pinter ini..

  • Ya lah ngapain orang bikin kostum kalo gak ada maknanya atau pakemnya

    • Jantos dumun jawaban dari Pak Made nggih. Sabar dumun

    • Jlemo islam ne…jlemo berbudaya kering…tari pusar mare nawang jlemo to.

  • Putra Yasa : maaf komentar anda saya hapus karena sudah tidak sopan untuk ada disini.

  • kami ormas di bali tidak ingin budaya dan tata cara berpakaian yang sudah dikenal di seluruh dunia dirubah begitu saja karena disini ada sekelompok orang dengan sengaja memperlihatkan ke publik bahwa tarian bali dan berbusana sangat bersimpangan dengan budaya bali itu sendiri kami dan anggota DPR RI wedakarna sudah mendatangi panitia dan tempat mengadakan acara ini dan sudah di rubah dan anda disini dengan sengaja ingin membuat postingan agar masyarakat memahami bahwa tarian bali bisa di pertunjukan oleh agama islam kami tidak segan melacak akun anda

    • silahkan dilacak bli.. ancam mengancam karena perbedaan pendapat, hebat sekali anda bli. atas nama ormas lagi. ckckckckc. sekali lagi setiap orang bebas berpendapat menurut pemahaman mereka masing – masing.

    • karena orang semacam anda tidak bisa di biar kan merusak budaya bali
      memang bebas berpendapat tapi anda bukan berpendapat tapi anda membuat postingan yg sengaja di sosial media
      saya punya anggota keluarga di polda bali dia dengan senang hati untuk melacak akun anda

    • silahkan… (y)

    • saya sudah mengunjungi website anda no tlf dan screenshots adalah bukti bahwa anda bisa di kenakan undang undang informatika dengan sengaja menyebarkan isu atau postingan di sosial media

    • silahkan bli, saya sengaja mencantumkan no telp saya agar bisa dihubungi. nggak ada yang disembunyikan. saya juga bisa pertanggung jawabkan tulisan saya.

    • anda berhak memang membuat website atau tulisan di sosial media tapi anda tidak berhak membuat tulisan atau postingan dimana salah satu pihak di rugi kan disini kami yg dirugikan karena kasus itu sudah diselesaikan tapi anda malah membikin postingan bahwa itu layak di pertunjukan oleh umat lain
      sekali lagi sya garis bawahi kasus itu sudah clear jika seseorang ingin mengangkat kasus itu ke publik berarti anda bisa di tuntut secara hukum

    • Sudah.. cukup mereka diingatkan saja, kalo belajar aja khan ga masalah.. untuk nanti dipentaskan khan kita belum punya badan yg “galak” buat nanti kalo ada pakem yang berubah atau gimana.. Are & Made ngopi malu nah..

  • Ambil positifnya saja.jangan mau diprovokasi.2016 saatnya makin cerdas dalam mencerna yg ad di sosmed dll.iam proud to be hindu and balinese.mari kita buktikan orang bali itu smart dan ramah

    • ini adalah sebuah pendapat yang menggunakan dasar sebagai sebuah pendapat. memandang ini sebagai sebuah provokasi adalah salah satu bentuk gagal paham, mari belajar cerdas memilah antara pendapat dan provokasi.

    • Made bungloen sok paling cerdas loe tong,

    • Bagi sebagian orang yang mengerti dan melihat dr sudut pandang yg sama maka ini tidak akan jd masalah.sya tidak mempermasalahkan sama sekali pendapat anda.cuma bagi yg memandang dr sudut yg berlawanan akan selalu timbul perdebatan.hehehe tiang tidak gagal paham hanya saja kasian klo nantinya banyak yg kontra pasti akhirnya terjadi bullying.hehehe

  • Budaya Bali itu berlandaskan agama Hindu dan harmonis,kl tdk mau diprotes menari bali dgn hijab ya jgn nari Bali cukup. Pendapat boleh berbeda tp jangan paksakan orang harus menerima pendapat yg menurut Anda benar…. Agama Hindu dan budaya Bali adalah identitas kami

  • Kalau buat kesenian bikin yg baru jangan yg sudah ada di rubah2 jadinya lucu ,Malu ngeliatnya.

  • Paragraf ke 2. Tarian bali adalah buah budaya bali.
    Perlu saya tekankan, budaya bali tidak ada pakai hijab. Tidak ada muslim.
    Pakem dan roh tarian puspanjali sudah sesuai dengan adat bali & hindu. Pencipta tarian juga sudah menyesuaikan dengan adat dan tradisi hindu, BUKAN ARAB.

  • Kalo mau memari bali.. tarikan lah dengan semestinya.. jangan menarikan sesuai keinginan kmu..!!! Budaya dan adat istiadat sudah melekat kuat.. jd jangan pernah mengecoh dg segala.cara.. karna kalian ga akan pernah bisa. Coba saja kl bisa… akan tetap ada kelompok yg pasti akan mempertahankan budaya nenek moyang. Cam kan itu!!!!

  • Seperti biasa, cuman sebuah pembenaran. Ntar dibilang sumbu pendek lagi. Hahaha

  • Bali tolak tari hijab . Kaum hijab jika mau meniru pakai kaum Arab . Jangan sekali2 main dengan budaya lain jika km tak bisa menghargai budaya Bali. Ingat baik2 agamamu mengajarkan kafir dengan agama lain. Jadi jangan sentuh maupun pakai tarian Hindu Bali dengan hijab mu itu.

  • Aplg saya lihat ini tarian di ajarkan di sklh, kl mmg hny extrakulikuler yg berhijab tlg sklh bwt kebijakan bwt mrk, jgn budayanya di otak atik

  • Hindu Bali terikat berdasarkan adat dan budaya.. Bali identik dengan sebutan pulau Dewata terkait semua seni dan budaya mencerminkan Hindu… tari bali boleh ditarikan oleh siapa saja sesuai pakem.. kalau mau tari bali ditarikan tolong jangan memakai simbol agama…

  • kenapa kalo kuliner khas bali aja di sajikan saya ikhlas kok..

  • Bli ape mas ne? Made bungleon?
    Kasarne , bro jeleme asli bali sing (hindu)?

  • hahahahaha

  • bolehlah tari pake hijab asal jangan dibali, ya cocok di aceh

  • Mimih jek kasar2 omongane
    Menurut Tiang sih sing cocok gen nepuk tarian bali nganggo hijab
    Urusan beneh pelih cobak ane lebih ahli nyelasang

  • Wkkkk…,pragat aji salah faham jak faham salah misi sumbu pendek gen pak de ne..,lagut san…,karya suba pragat pak de..,jeg pak de ilang nget..

  • sajan sing lah gae ne wkwkwk

  • Hujan2 pesu penyakit rematik ne mas made bunglon… eh made bungloen pang mocean dik adan ne

  • Tari bali skral..untuk dpersmbahkan btara btari di pura.. heran..maksain bngt

  • Ehh massss….

  • Haaha ksenian ga boleh ditiru ya???sy mrasa bangga klo ksenian kita ditiru orang lain luar daerah apalagi sampai keluar negri,wow,klo dimodif dikit ga apa² kayknya…klo diklaim kan sudh dipatenkan masbro…suksme

    • Suksme or Suksma?? Men tiang ngorang niki sampun ngantiang uger” sane sampun wenten, men ragane ngoreng dados me modif, yen bungut ragane modif tiang sapunapi, becik napi ten, dados napi ten, men ragane ngemolihang, berati ragane ten medue aji, men ragane ngorang nanti keluarnegri, nike wastane cai mare kedad, uliang tahun 70an sampun wenten ne kanti keluarnegri, niki wastane cai gagal paham. Aje ye cai nak Bali??

  • Mungkin disini bukan masalah tarian itu bisa di lakukan oleh suku atau ras manapun, mungkin anda gagal paham!!! bnyak malah wisatawan asing yg senang dengan kebudayaan Bali, dan tarian nya, mereka malah menghargai hasil karya seni yg diciptakan oleh para leluhur, Menurut saya disini yg merubah hak cipta dan pakem yg sudah ada itu yg kurang baik, apa lg tarian ini disakralkan oleh umat hindu. Tolong hargai kebudayaan kami seperti kami menghargai kebudayaan anda

  • Wisatawan ke Bali mencari adat,tradisi dan budaya Bali. Sejatinya budaya & agama itu sudah berakulturasi menjadi 1 jadi tidak boleh keluar daripada yang sudah ada.
    Saya hanya ingin bertanya, posisi anda anak dauh tukad napi bali?
    Kita sudah cukup terlalu bertoleransi, bukan bermaksud untuk tidak bertoleransi, tetapi ada hal tegas yang harus kita tegakan dan ada hal yang memang harus di toleransikan.

    Jangankan perbuatan, baru perkataan saja sudah dianggap MENISTAKAN AGAMANYA, sedangkan ini secara visual dan tindakan nyata adanya, apakah kami harus demo juga?. Sudah cukup Bali dijajah secara massive, mulai dari pintu masuk Bali sudah dijajah secara massive, kalau bukan kita yang menegaskan, lalu siapa lagi?

    Saya mendukung Otonomi Daerah Khusus Bali, sehingga tidak ada pihak luar yang berani mengotak-atik adat istiadat dan budaya Bali.

  • Orang Bali tidak mempersalahkan siapa yg menarikan,asal pakem aslinya tidak di hilangkan,lihatlah pak made banyak kok bule yg menariakan tarian Bali,tapi pakem pakemnya di pakai,bukan ditambahkan.jadi disini yg koment bukan masalah suhu pendek,tapo tetkadang oada suatu titik perlu juga suhu pendek.ketimbang twrus2an di tindas

  • Yaah semeton kita berdoa saja mudah mudahan yang menari tarian bali berhijab ini menemukan jalan DHARMA astungkare Hyang Widhi tunjukkanlah jalanMu kepada mereka….

  • bli Made Bungloen menurut saya pribadi tidak maslah kalo tari kreasi itu ditarikan dengan menggunakan hijab dan bli benar memang tidak melanggar pakem tapi seni khususnya seni tari itu kan terkait rasa dan estetika bli ,jadi menurut saya kalo nari bali pake hijab tidak masalah secara pakem tapi secara esttetika kurang pas. ini pendapat pribadi lo bli. salam damai.

    • nggih, kalau dibantah secara estetika, tiang rasa memang cita rasanya akan berubah jauh, perlu definisi yang sedikit kuat dari akademisi tari itu sendiri atau mungkin sebaiknya digunakan cita rasa yang sesuai dengan di daerah mana tari itu ditarikan sehingga penikmat tari tersebut bisa mendapatkan makna dari tariannya tanpa membuat mereka asing dengan citarasanya. nggih suksma atas pendapatnya, tiang sependapat dengan bli Igede Benny Dwija Arta

    • suksma bli salam damai 🙂 #omteloletom

    • nggih, salam damai bli, dumogi Bali shanti lan rahayu. 🙂