Puspanjali berHijab, Salah Paham atau Paham yang Salah?

3,736 total, 2 today

Akulturasi budaya sering membuahkan polemik di masyarakat kita, ada banyak komentar baik itu yang pro maupun kontra, bahkan ada yang menggunakan pakem budaya hingga taksu Bali sebagai bahan argumentasi. Dalam setiap argumentasi tersebut masing – masing memiliki setidaknya satu kelemahan, yaitu salah paham.

Sebelumnya mengenai pakaian, saya sudah bahas di sini: http://bungloen.com/busana-yang-berbudaya-dalam-budaya-berbusana/

Sebelum melanjutkan, ada baiknya kita bahas dulu mengenai dasar dari sebuah tarian. Dalam setiap pementasan tari Bali ada 3 hal yang tidak bisa kita lepaskan, pertama gamelan atau musik, kedua gerakan tari, ketiga kostum atau pakaian. Dalam setiap tarian sudah memiliki aturan masing – masing mengenai tata suara gamelan, tata gerak tari dan aturan mengenai kostum yang dikenakan. Ketiga hal inilah yang menyebabkan satu tarian dengan tarian lainnya berbeda dan memiliki ciri khas masing – masing.

Dalam pakem budaya Bali, kostum atau pakaian yang digunakan dalam seni tari Bali menggunakan konsep Tri Angga yaitu Uttama Angga (Kepala), Madyama Angga (Badan), Kanistama Angga (Pinggul ke bawah). Dalam setiap bagian (kepala, badan atau pinggul kebawah) memiliki makna filosofis nya masing – masing.  Ketiga pakem ini berbeda makna untuk pria ataupun wanita, eksistensi ketiga makna inilah yang dipertahankan oleh masyarakat Bali dalam berbusana.

Pengurangan atau penambahan ataupun modifikasi dari pakaian adat Bali bisa dibilang melanggar pakem dari pakaian tersebut dan sudah keluar dari makna filosofis yang sebenarnya melekat dalam pakaian tersebut.

Ada banyak yang mengatakan kalau tarian Puspanjali Berhijab adalah sebuah modifikasi dari tarian Puspanjali yang asli. Menurut saya ini adalah bentuk kesalahan pemahaman mengenai pakem tarian dan hijab itu sendiri.

Pakem kostum atau pakaian dari sebuah tarian seperti yang sudah saya jelaskan diatas merujuk pada aksesoris yang digunakan di kepala, bentuk pakaian yang melekat di badan hingga kebawah dan sarana atau prasarana yang digunakan dalam melangsungkan tarian tersebut. Modifikasi pakaian dalam sebuah tarian berarti merubah aksesoris yang ada di kepala atau merubah bentuk pakaian yang digunakan dalam tarian tersebut. Misalnya, tarian Puspanjali tapi menggunakan gelung, atau tarian Puspanjali dengan menggunakan topeng dan sebagainya adalah bentuk perubahan atau modifikasi dari tarian itu sendiri.

Melihat hijab sebagai sebuah pakaian adalah sebuah kegagalan untuk memahami hijab itu sendiri. Hijab bukanlah pakaian, hijab adalah identitas. Seperti halnya agama, hijab tidak mungkin dilepas, karena hijab adalah identitas yang dipilih oleh orang yang menggunakannya. Kitapun bisa memilih identitas agama kita sendiri bukan? Begitupula dengan wanita muslim, bisa memilih identitasnya sebagai muslim berhijab atau tidak. Hanya saja identitas agama tidak tampak, namun identitas berhijab memiliki visualisasi dalam bentuk pakaian.

Mungkin kekeliruan mengartikan hijab memang banyak berasal dari kalangan umat islam sendiri, karena itu pemeluk agama lain mengartikan hijab dengan cara berbeda.

Beranjak dari pemahaman ini, saya melihat tarian Puspanjali Berhijab sebagai sebuah tarian Bali yang ditarikan oleh wanita muslim berhijab. Itu saja. Tidak ada modifikasi di dalamnya, tidak lebih daripada saya melihat tarian Puspanjali ditarikan oleh wanita barat atau bule.

Menyatukan pemahaman Puspanjali dengan Hindhu Bali adalah sebuah hal yang keliru, karena agama dan budaya memang sangat berbeda cara memahaminya, meskipun kadang terlihat seperti sebuah kesatuan. Puspanjali adalah buah dari seni dan budaya Bali, Hindu Bali adalah buah dari agama Hindu yang berkembang di Bali. Puspanjali Berhijab adalah buah dari seni dan budaya Bali yang dikembangkan oleh umat islam yang ada di Bali.

Sekali lagi saya tekankan, tarian Bali adalah buah budaya Bali dan menurut saya bisa ditarikan oleh siapa saja termasuk wanita muslim berhijab. Bahkan belakangan tarian puspanjali banyak juga ditarikan oleh laki – laki dengan kesan lucu – lucuan, apakah kita harus melihat ini sebagai sebuah pelecehan? Saya rasa tidak begitu caranya memahami sebuah kebudayaan.

Saya justru melihat keberagaman seperti ini sebagai sebuah keindahan, karena kesenian itu sendiri sejatinya adalah ungkapan dari sebuah keindahan. Alangkah baiknya keindahan ini untuk kita jaga agar tetap indah hingga bisa diwariskan kepada anak cucu kita.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Please follow and like us:

198 COMMENTS

  1. Bgmn bisa anda bertanggung jawab dgn seni budaya? sdgkan yg anda bawa seni arab dan bilamana sebuah karya seni yg berlandaskan budaya berbeda, apalagi berbeda negara disebut kolaborasi. siapa yg berhak melakukan kolaborasi budaya Bali dgn Arab?

  2. Dalam setiap tarian kan sudah ada pakem pakem tata cara dan jenis pakaian apa saja yg dipakai seorg penari. Contohlah di area lengan tangan disebut gelang kana. Dikepala disebut hiasan gelung.. nah kalo gelungan digantikan hijab atau jilbab bagaimana ?? Mohon pencerahannya jeroo

  3. Hindu sama budaya di bali menyatu gak bisa di pisahkan..jadi situ yg keliru..lengej yen ade nak bali ne membiarkan tarian bali di ubah oleh agama lain dengan memasukan unsur agamanya…ini gerkan islamidasi yg dulu di pakai oleh wali songo islam buat islamisasi jawa

  4. Ya Kalo mereka iklas untuk mencintai budaya kita,Tapi Kalo Ada maksud tertentu?????seperti merubah adat budaya kita????
    Karena banyak Wisatawan manca negara mencintai adat budaya Bali dan benar” mendalaminya tanpa metubah apapun dan tanpa ada embel” tersembunyi dibelakannya,TIYANG SETUJU,Kalo Ada udang dibalik batu??TIDAK

    • seperti yang sudah dijelaskan, hijab itu identitas karena memang tidak bisa dilepas atas dasar keyakinan mereka, sedangkan aturan atau pakem tari juga tidak dilanggar. saya melihat bukan mencampurkan 2 kebudayaan, beda pemahamannya.

  5. kalau anda merasa ada kemanpuan seni alangkah baik dan bijaknya kalau anda ciptakan tarian sendiri untuk menambah kasanah budaya tarian nusantara mas bunglon,, gk usah yg sudah ada dan terkenal anda dompleng untuk mencari sebungkus nasi,, preetttt

  6. Gw tau banyak pura di eropa tp tetep pakai arsitektur bali buka eropa apalagi budaya onta gurun…dan gak ada tarian bali yg pakai jilbab kostumnya …onta gak tau diri aja yg main rubah padahal bukan punya mereka..emang nya lo mau mobil lo di modif sama orang seenaknya terus klain itu punya mereka

  7. kami ormas di bali tidak ingin budaya dan tata cara berpakaian yang sudah dikenal di seluruh dunia dirubah begitu saja karena disini ada sekelompok orang dengan sengaja memperlihatkan ke publik bahwa tarian bali dan berbusana sangat bersimpangan dengan budaya bali itu sendiri kami dan anggota DPR RI wedakarna sudah mendatangi panitia dan tempat mengadakan acara ini dan sudah di rubah dan anda disini dengan sengaja ingin membuat postingan agar masyarakat memahami bahwa tarian bali bisa di pertunjukan oleh agama islam kami tidak segan melacak akun anda

    • silahkan dilacak bli.. ancam mengancam karena perbedaan pendapat, hebat sekali anda bli. atas nama ormas lagi. ckckckckc. sekali lagi setiap orang bebas berpendapat menurut pemahaman mereka masing – masing.

    • karena orang semacam anda tidak bisa di biar kan merusak budaya bali
      memang bebas berpendapat tapi anda bukan berpendapat tapi anda membuat postingan yg sengaja di sosial media
      saya punya anggota keluarga di polda bali dia dengan senang hati untuk melacak akun anda

    • anda berhak memang membuat website atau tulisan di sosial media tapi anda tidak berhak membuat tulisan atau postingan dimana salah satu pihak di rugi kan disini kami yg dirugikan karena kasus itu sudah diselesaikan tapi anda malah membikin postingan bahwa itu layak di pertunjukan oleh umat lain
      sekali lagi sya garis bawahi kasus itu sudah clear jika seseorang ingin mengangkat kasus itu ke publik berarti anda bisa di tuntut secara hukum

    • Sudah.. cukup mereka diingatkan saja, kalo belajar aja khan ga masalah.. untuk nanti dipentaskan khan kita belum punya badan yg “galak” buat nanti kalo ada pakem yang berubah atau gimana.. Are & Made ngopi malu nah..

    • ini adalah sebuah pendapat yang menggunakan dasar sebagai sebuah pendapat. memandang ini sebagai sebuah provokasi adalah salah satu bentuk gagal paham, mari belajar cerdas memilah antara pendapat dan provokasi.

    • Bagi sebagian orang yang mengerti dan melihat dr sudut pandang yg sama maka ini tidak akan jd masalah.sya tidak mempermasalahkan sama sekali pendapat anda.cuma bagi yg memandang dr sudut yg berlawanan akan selalu timbul perdebatan.hehehe tiang tidak gagal paham hanya saja kasian klo nantinya banyak yg kontra pasti akhirnya terjadi bullying.hehehe

  8. Budaya Bali itu berlandaskan agama Hindu dan harmonis,kl tdk mau diprotes menari bali dgn hijab ya jgn nari Bali cukup. Pendapat boleh berbeda tp jangan paksakan orang harus menerima pendapat yg menurut Anda benar…. Agama Hindu dan budaya Bali adalah identitas kami

  9. Paragraf ke 2. Tarian bali adalah buah budaya bali.
    Perlu saya tekankan, budaya bali tidak ada pakai hijab. Tidak ada muslim.
    Pakem dan roh tarian puspanjali sudah sesuai dengan adat bali & hindu. Pencipta tarian juga sudah menyesuaikan dengan adat dan tradisi hindu, BUKAN ARAB.

  10. Kalo mau memari bali.. tarikan lah dengan semestinya.. jangan menarikan sesuai keinginan kmu..!!! Budaya dan adat istiadat sudah melekat kuat.. jd jangan pernah mengecoh dg segala.cara.. karna kalian ga akan pernah bisa. Coba saja kl bisa… akan tetap ada kelompok yg pasti akan mempertahankan budaya nenek moyang. Cam kan itu!!!!

  11. Bali tolak tari hijab . Kaum hijab jika mau meniru pakai kaum Arab . Jangan sekali2 main dengan budaya lain jika km tak bisa menghargai budaya Bali. Ingat baik2 agamamu mengajarkan kafir dengan agama lain. Jadi jangan sentuh maupun pakai tarian Hindu Bali dengan hijab mu itu.

  12. Hindu Bali terikat berdasarkan adat dan budaya.. Bali identik dengan sebutan pulau Dewata terkait semua seni dan budaya mencerminkan Hindu… tari bali boleh ditarikan oleh siapa saja sesuai pakem.. kalau mau tari bali ditarikan tolong jangan memakai simbol agama…

  13. Haaha ksenian ga boleh ditiru ya???sy mrasa bangga klo ksenian kita ditiru orang lain luar daerah apalagi sampai keluar negri,wow,klo dimodif dikit ga apa² kayknya…klo diklaim kan sudh dipatenkan masbro…suksme

    • Suksme or Suksma?? Men tiang ngorang niki sampun ngantiang uger” sane sampun wenten, men ragane ngoreng dados me modif, yen bungut ragane modif tiang sapunapi, becik napi ten, dados napi ten, men ragane ngemolihang, berati ragane ten medue aji, men ragane ngorang nanti keluarnegri, nike wastane cai mare kedad, uliang tahun 70an sampun wenten ne kanti keluarnegri, niki wastane cai gagal paham. Aje ye cai nak Bali??

  14. Mungkin disini bukan masalah tarian itu bisa di lakukan oleh suku atau ras manapun, mungkin anda gagal paham!!! bnyak malah wisatawan asing yg senang dengan kebudayaan Bali, dan tarian nya, mereka malah menghargai hasil karya seni yg diciptakan oleh para leluhur, Menurut saya disini yg merubah hak cipta dan pakem yg sudah ada itu yg kurang baik, apa lg tarian ini disakralkan oleh umat hindu. Tolong hargai kebudayaan kami seperti kami menghargai kebudayaan anda

  15. Wisatawan ke Bali mencari adat,tradisi dan budaya Bali. Sejatinya budaya & agama itu sudah berakulturasi menjadi 1 jadi tidak boleh keluar daripada yang sudah ada.
    Saya hanya ingin bertanya, posisi anda anak dauh tukad napi bali?
    Kita sudah cukup terlalu bertoleransi, bukan bermaksud untuk tidak bertoleransi, tetapi ada hal tegas yang harus kita tegakan dan ada hal yang memang harus di toleransikan.

    Jangankan perbuatan, baru perkataan saja sudah dianggap MENISTAKAN AGAMANYA, sedangkan ini secara visual dan tindakan nyata adanya, apakah kami harus demo juga?. Sudah cukup Bali dijajah secara massive, mulai dari pintu masuk Bali sudah dijajah secara massive, kalau bukan kita yang menegaskan, lalu siapa lagi?

    Saya mendukung Otonomi Daerah Khusus Bali, sehingga tidak ada pihak luar yang berani mengotak-atik adat istiadat dan budaya Bali.

  16. Orang Bali tidak mempersalahkan siapa yg menarikan,asal pakem aslinya tidak di hilangkan,lihatlah pak made banyak kok bule yg menariakan tarian Bali,tapi pakem pakemnya di pakai,bukan ditambahkan.jadi disini yg koment bukan masalah suhu pendek,tapo tetkadang oada suatu titik perlu juga suhu pendek.ketimbang twrus2an di tindas

  17. bli Made Bungloen menurut saya pribadi tidak maslah kalo tari kreasi itu ditarikan dengan menggunakan hijab dan bli benar memang tidak melanggar pakem tapi seni khususnya seni tari itu kan terkait rasa dan estetika bli ,jadi menurut saya kalo nari bali pake hijab tidak masalah secara pakem tapi secara esttetika kurang pas. ini pendapat pribadi lo bli. salam damai.

LEAVE A REPLY

four × four =