Politik itu Soal Isi Perut, Bukan Perkara Lain – Lain

329 total, 1 today

Belakangan saya melihat perkembangan dunia politik di tengah masyarakat yang semakin mengarah kepada salah kaprah. Ada banyak ketakutan yang tidak beralasan yang membuat orang memandang politik dengan sudut pandang yang tidak seharusnya. Ketakutan yang dibangun oleh oknum tertentu yang sebenarnya hanya untuk menggalang dukungan semata.

Perkara perebutan siapa pemimpinnya sebenarnya adalah perkara siapa yang memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dari seluruh masyarakat di wilayahnya, kebutuhan dasar yang saya maksudkan adalah kebutuhan mengenai kestabilan harga bahan pokok, pendidikan, lapangan pekerjaan, kesehatan dan mudahnya akses untuk perputaran barang dan jasa yang mencakup infrastuktur jalan dan lain – lain. Inilah yang seharusnya menjadi dasar kita untuk menilai program yang ditawarkan oleh calon – calon kepala daerah, bahkan calon presiden sekalipun.

Kita sering terjebak dan digiring pada ketakutan akan isu SARA yang melekat pada setiap calon kepala daerah yang kebanyakan memang dihembuskan oleh lawan – lawan politiknya. Jebakan inilah yang sering tidak kita sadari membiaskan semua hal dasar yang seharusnya menjadi inti penilaian kita kepada setiap program yang ditawarkan oleh calon – calon kepala daerah. Kita lupa kalau setiap orang termasuk kita memiliki perut yang harus diisi.

Perut kita tidak memandang identitas, perut kita hanya bisa menilai dari lapar dan tidak, tercukupi gizi dan tidak. Itu saja. Itulah yang selayaknya kita pandang sebagai dasar berpikir atas program dan kebijakan yang akan diambil oleh setiap calon kepala daerah.

Untuk memahami ini, saya coba berikan sebuah gambaran sederhana berdasarkan profesi

Secara umum, yang harus diperhatikan ketika memilih seorang kepala daerah adalah, kebijakan yang akan diambil untuk kestabilan harga bahan pokok, pendidikan, lapangan pekerjaan, kesehatan dan mudahnya akses untuk perputaran barang dan jasa yang mencakup infrastuktur, jalan, dan lain-lain.

Petani/Peternak

Yang harus diperhatikan oleh orang – orang dengan berprofesi ini adalah, kebijakan terhadap dunia pertanian/peternakan. Misalnya, apa yang akan dilakukan untuk mudahnya ketersediaan bibit, pupuk bersubsidi, penyaluran hasil dengan harga bagus, penyuluhan dan peningkatan mutu, dan yang sejenisnya.

Pekerja/Buruh/Karyawan

UMP/UMK adalah hal yang harus menjadi perhatian utama dari profesi ini. Tuntutan yang paling mungkin adalah kenaikan UMP/UMK, dan ketersediaan lapangan kerja.

Pelaku Pariwisata

Yang diperlukan oleh profesi ini adalah Kemudahan perijinan, Akses ke tempat pariwisata, terbukanya tempat – tempat pariwisata baru, ketersediaan penginapan/hotel di tempat wisata, dan pengawasan terhadap kualitas objek wisata tersebut. Dan hal – hal lain yang berhubungan dengan kepariwisataan.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Hal yang perlu diperhatikan oleh profesi ini adalah, kemudahan ijin usaha, ketersediaan kredit ringan, ketersediaan barang untuk produksi, dan yang sejenisnya.

Dan profesi – profesi yang lainnya yang tidak bisa saya jelaskan satu per satu.

Inti dari semua yang saya bahas diatas adalah isi perut kita semua, yang sering kita sebut dengan kesejahteraan. Kita sebagai masyarakat lebih baik memikirkan pemenuhan kebutuhan dasar kita. Jadi pertanyaan yang paling tepat untuk diajukan kepada calon pemimpin daerah adalah apa yang akan dia lakukan untuk kemudahan kita memenuhi kebutuhan dasar kita.

Disinilah politik itu berperan pada setiap proses pemenuhan isi perut semua orang, ada ungkapan lama yang masih saya ingat hingga kini, “kalau perut kenyang, diskusi soal apapun akan menuju pada pencerahan”. Intinya, kalau perut kita kenyang, membahas Agama, Ideologi, Platform Politik, dan lain sebagainya akan mengarah pada pengetahuan dan pencerahan, bukan gontok – gontokan penuh kebencian seperti sekarang ini.

Banyak dari kita yang justru tersesat pada politik dalam ranah yang tidak semestinya, membicarakan konspirasi yang pengetahuan kita sendiri tidak bisa menjangkau. Kita lupa kalau ada hak dasar dari setiap manusia untuk kesejahteraannya malah sering di abaikan oleh calon – calon kepala daerah. Mereka lebih memilih untuk berkutat pada isu – isu populer yang berbau SARA hanya untuk meningkatkan elektabilitasnya.

Ada baiknya kita kembali berpikir dan melepaskan semua politik identitas yang dihembuskan selama ini dan merubahnya pada pemikiran tentang apakah dengan memilih satu kepala daerah akan mempermudah atau mempersulit kita dalam memenuhi kebutuhan dasar kita masing – masing. Beranjak dari sini, mari kita teliti setiap jargon dan program yang dibawakan oleh calon – calon kepala daerah kita masing – masing. Kita sebaiknya tidak mudah percaya dengan isu – isu identitas yang dibawakan oleh calon – calon kepala daerah, karena calon yang membawakan isu identitas, biasanya tidak tahu cara memenuhi kebutuhan dasar kita.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih…

Please follow and like us:

1 COMMENT

  1. Ha…Ha3…Ha…Anggota kegeslatif kita pada saat perutnya kosong berdebat keras untuk memenuhi kebutuhan dasar masing2…..Perut kenyang rapat pembahasan utk rakyat pada tidur semua….Bangun dari mimpi tanya kapan pembagian mobil baru…. Setelah dapat mobil baru bukan daerah pemilihan tanya kebutuhan rakyat malah minta disambut.
    Waktu dana Jasmas keluar dlm bentuk bansos,minta persenan katanya sih atas jasanya…..Ooooo ternyata salah pilih kita dulu yang dicoblos belantik semua.

LEAVE A REPLY

thirteen + ten =