Persekusi

390 total, 1 today

Belakangan ini tengah ramai istilah Persekusi. Ada yang menghubungkannya dengan keadilan, yang lain menghubungkannya dengan ketegasan Polri dalam menegakkan hukum. Yang tidak kalah ramai adalah manusia – manusia gagal logika yang dengan bangga menampilkan kegagalan logikanya dalam menangkap arti dari persekusi. Ini adalah hal yang wajar, karena logika mereka telah terbolak balik sejak awal.

Melihat kenyataan ada beberapa yang tercantum sebagai orang berpendidikan yang ikut dalam gerombolan mereka, saya jadi curiga jangan – jangan mereka memang sengaja membolak – balik pemahaman tentang persekusi ini hanya untuk kepentingan mereka.

Kelompok mereka adalah kelompok yang sedang dirugikan karena penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap pelaku persekusi ini. Kelompok mereka sudah tidak bisa lagi melakukan upaya pembungkaman dengan cara menggeruduk rumah orang – orang yang berani bersuara.

Memahami persekusi sebenarnya sederhana, di jaman dahulu, ketika masyarakat masih awam tentang hukum, persekusi adalah pilihan utama yang digunakan oleh masyarakat di desa – desa untuk mengadili orang yang dianggap melanggar aturan. Persekusi adalah penggerudukan rumah orang secara beramai – ramai untuk menekan, mengintimidasi, bahkan melakukan penghakiman di tempat.

Persekusi ini sangat lazim dilakukan di desa, bahkan pada beberapa desa masih menggunakan cara – cara yang sama, karena di desa – desa, lembaga peradilan yang digunakan untuk menyatakan bersalah dan tidaknya seseorang adalah dominasi suara masyarakat itu sendiri.

Jaman sekarang, ketika hukum harus di junjung tinggi. Seharusnya persekusi sudah tidak boleh terjadi. Apalagi ketika persekusi dijadikan satu – satunya alat dan dianggap benar untuk menegakkan hukum. Yang akan terjadi adalah penegakan hukum versi kelompok tertentu, penegakan hukum atas dasar banyak – banyakan massa, penegakan hukum yang hanya akan berujung pada hukum rimba, yang kuat-lah yang berkuasa.

Upaya – upaya persekusi yang dilakukan oleh FPI dan kelompoknya ini sangat berbahaya untuk penegakan hukum yang adil di negara kita.

Saya sedikit ingin membahas, kenapa upaya persekusi ini dilakukan oleh pihak FPI dan kelompoknya. Dalih yang mereka nyatakan adalah karena ketidakadilan proses oleh pihak kepolisian. Mereka berasumsi kalaupun melapor kepada pihak kepolisian kasusnya tidak akan di proses. Ini adalah alasan yang sangat dangkal menurut saya, jawabannya hanya satu, bagaimana mereka tahu kasusnya tidak akan diproses kalau mereka sendiri belum mencoba melaporkan.

Saya sendiri menganggap upaya persekusi yang dilakukan oleh pihak FPI karena mereka tidak memiliki alasan hukum untuk melaporkan. Status – status facebook yang mereka permasalahkan hanyalah status nyinyir, tanpa menyebut nama, tanpa menyebut pihak – pihak tertentu, jadinya tidak ada alasan kuat dimata hukum untuk melaporkan kasus tersebut. FPI sedang melakukan pembungkaman kepada orang – orang yang nyinyir terhadap ulama besar mereka dengan harapan orang akan takut untuk bersuara sehingga mereka bisa kembali mendominasi opini publik untuk mengembalikan kredibilitas ulama besar mereka.

Persekusi ini bisa membesar dan merembet kemana – mana. Bayangkan jika setiap kelompok melakukan hal yang sama, apakah yang akan terjadi? Tidak akan ada lagi suara – suara dari orang – orang kritis karena semua akan diintimidasi satu persatu. Akan Pengkultusan orang – orang dengan massa yang banyak karena sedikit saja kita mencoba nyinyir terhadap mereka, kita akan langsung digeruduk oleh massa pendukungnya.

Masih untung hanya upaya penggerudukan, jika kemudian massa beringas dan melakukan penghakiman di tempat? Yang terlihat hanyalah hukum rimba, hukum bar – bar, siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Jika sudah seperti itu, maka tidak akan ada lagi keadilan yang bisa ditegakkan di negara ini.

Saya sendiri menilai langkah Polri sangat tepat dengan melakukan pengamanan terhadap pihak – pihak yang melakukan persekusi, sebelum semuanya membesar dan berdampak buruk pada penegakan hukum di negara kita. Hukum di negara kita harus tegak dan berlaku adil kepada setiap individu dan terbebas dari upaya – upaya apapun yang dilakukan oleh kelompok – kelompok tertentu. Siapapun itu hak nya sama di mata hukum dan pemerintahan, dan ini sudah dijamin oleh Undang – Undang.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

1 COMMENT

  1. Persekusi nggak lebih bedanya dengan proses intimidasi cuma cara seperti itu seharusnya hanya dilakukan oleh pihak yang berwajib tapi apa mau dikata pemikiran uwong beda beda apalagi merasa seolah olah membela junjungannya yang sangat di kultuskan sebagai orang suci weleh… Weleeeh jadi kepriben urusannee ..”

LEAVE A REPLY

two × 5 =