Pengetahuan Tentang Uang Untuk Pak “Doktor” Yang Terhormat

8,127 total, 1 today

Indonesia tidak pernah lepas dari orang – orang hebat dalam berbicara, terutama di media sosial. Tapi sayang, bicara tetap hanya bicara, mereka melupakan yang namanya dasar argumentasi sebuah pembicaraan. Bahkan untuk orang sekelas “doktor” sekalipun, tetap berbicara tanpa menggunakan argumentasi dengan dasar yang kuat. Saya jadi semakin meragukan kualitas seseorang yang bergelar “doktor”, memang benar bergelar “doktor” atau sekedar bergelar “doktor”.

Untuk Pak “doktor” yang kurang pengetahuannya tentang uang dan merengek – rengek untuk ikut dilibatkan dalam desain uang, saya mau kasi tahu anda kalau di Indonesia ada Undang – Undang No 17 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dimana pada pasal 7 disebutkan sebagai berikut:

Pasal 7

(1) Gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden dicantumkan sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah.

(2) Penggunaan gambar pahlawan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh Pemerintah dari instansi resmi yang bertanggung jawab dan berwenang menatausahakan gambar dimaksud dan memperoleh persetujuan dari ahli waris.

(3) Gambar pahlawan nasional dan/atau Presiden sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Silahkan dibaca dengan jelas ayat 3 dari pasal 7 UU No 17 tahun 2011. Kalau anda kurang paham dengan yang namanya Keputusan Presiden, anda coba pahami lagi yang namanya hak prerogatif Presiden. Pertanyaannya, wajarkah anda meminta untuk dilibatkan? Kalau anda bilang wajar, berarti anda tidak tahu malu.

Gambar utama dalam setiap uang yang dikeluarkan di Indonesia wajib menggunakan gambar pahlawan nasional atau Presiden. Ini wajib. Menurut sumber di wikipedia, hingga 2016 ini sudah terdapat 169 pahlawan nasional dengan 157 pria dan 12 wanita. Untuk wilayah Bali sendiri ada 5 pahlawan nasional yang diakui oleh negara diantaranya:

  1. I Gusti Ketut Jelantik – Pemimpin Bali yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda
  2. I Gusti Ngurah Rai – Pemimpin militer Bali saat Revolusi Nasional
  3. I Gusti Ketut Puja – Gubernur Bali pertama
  4. Ida Anak Agung Gde Agung – Aktivis kemerdekaan dan menteri pemerintahan
  5. I Gusti Ngurah Made Agung

Sejauh pengetahuan saya, sudah ada 2 pahlawan nasional dari Bali yang ada di gambar utama uang Indonesia yaitu I Gusti Ngurah Rai dan I Gusti Ketut Puja. Begitu juga dengan kebudayaan Bali, yang masih tetap menghiasi gambar uang Indonesia. Saya justru sangat – sangat berterima kasih kepada Jokowi karena masih menonjolkan sisi Bali diantara ribuan kebudayaan lainnya, dan masih memberikan tempat untuk pahlawan Bali diantara ratusan pahlawan lainnya.

Untuk kita pahami bersama, Indonesia bukan hanya terdiri dari Bali saja, masih ribuan kebudayaan yang sangat unik yang justru belum dikenal secara merata di seluruh Indonesia. Ada baiknya kita memberikan kesempatan kepada daerah – daerah lain di Indonesia untuk lebih dikenal, sehingga kita bisa tahu kalau Indonesia kaya akan budaya. Bali tidak akan runtuh hanya karena tidak tercantum dalam gambar uang. Bali hanya akan runtuh kalau masyarakatnya riuh dengan konflik dan kekerasan, apalagi kekerasan yang berbau rasial. Siapapun yang meneriakkan isu – isu rasial, menurut saya dialah yang sedang menginginkan keruntuhan Bali.

Tapi begini, ada atau tidaknya sisi Bali atau pahlawan Bali diantara semua uang yang ada, apakah bisa digunakan sebagai sebuah parameter akan penghapusan Bali dari sejarah? Terlalu dangkal menilai sejarah dari hanya sekedar gambar pada mata uang.

Diantara 169 pahlawan nasional, sudah ada berapakah jumlah pahlawan yang pernah ada pada gambar uang Indonesia? Saya yakin belum 30% dari semua pahlawan tersebut. Lalu apakah 70% pahlawan lainnya dihapuskan dari sejarah?

Fakta yang berkembang di masyarakat, tidak ada secuilpun sejarah yang bisa dihapuskan, silahkan jelajah internet diluar dari hanya foto – foto instagram, jelajahlah situs – situs yang mengungkap sejarah Bali, Babad Bali, hingga asal – usul orang Bali, disana ada banyak diungkap dengan menggunakan dasar – dasar yang valid yang tidak mungkin bisa dihapuskan. Tapi kita juga harus hati – hati, karena belakangan ini ada oknum yang plintar – plintir tentang sejarah tanpa dasar dan bukti yang valid.

Dari hasil penelusuran saya, ada 40 ribu lebih buku tentang sejarah Bali yang ada di google books. Dari satu data ini saja, argumentasi tentang penghapusan Bali dari sejarah sudah terpatahkan. Apalagi kalau digabungkan dengan data di Gedong Kirtya, Perpustakaan Bali, dan data lainnya. Sekali lagi, bicara jangan hanya bicara, gunakan data yang valid ketika berbicara atau berargumen agar tidak terlalu kentara kalau pak “doktor” kurang melek informasi.

Tambahan pengetahuan lagi untuk pak “doktor”, di Indonesia ada Undang – Undang No 13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral. Pada pasal 17 disebutkan bahwa :

Pasal 17.

(1)Presiden dapat memberhentikan Gubernur dan Direktur-direktur meskipun masa jabatan yang bersangkutan belum berakhir :

a.karena meninggal dunia;

b.karena melakukan sesuatu atau bersikap yang merugikan Bank atau yang bertentangan dengan kepentingan Negara;

c.karena sesuatu hal yang menyebabkan ia tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan wajar;

d.atas permintaan sendiri.  

(2)Dalam hal-hal dimana diduga terdapat tuduhan tersebut dalam ayat (1) huruf b, Gubernur dan Direktur-direktur dapat diberhentikan untuk sementara dari tugasnya oleh Pemerintah. Pemberhentian sementara tersebut diberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan disertai alasan-alasan yang menyebabkan tindakan tersebut.

(3)Gubernur dan Direktur-direktur yang dikenakan pemberhentian sementara diberi kesempatan untuk membela diri secara tertulis kepada Presiden dalam waktu 2 (dua) minggu setelah yang bersangkutan diberitahukan tentang keputusan tersebut.

(4)Apabila dalam waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal pemberhentian sementara tidak ada pengesahan atau keputusan Presiden tentang hal ini, maka pemberhentian sementara tersebut menjadi batal menurut hukum.

(5)Apabila pelanggaran sebagaimana disebut dalam ayat (1) huruf b, merupakan suatu pelanggaran hukum pidana, maka pemberhentian itu akan merupakan pemberhentian tidak dengan hormat.

Kalau dipahami pasal tersebut maka harusnya paham juga kalau yang berhak memberhentikan atau mengganti Gubernur BI adalah Presiden, komunikasi yang dilakukan oleh BI juga ke Presiden, bukan sembarangan orang. Alasannya pemberhentian atau penggantian juga sangat – sangat jelas tertuang pada pasal tersebut diatas, silahkan dipahami agar pengetahuan pak “doktor” sedikit bertambah.

Pesan saya untuk pak “doktor”, belajarlah lebih banyak dan bacalah lebih banyak buku agar pengetahuan anda lebih luas, tidak sempit dan kelihatan seperti orang yang tidak paham informasi sama sekali. Kritis sih boleh kritis, tapi gunakanlah data yang valid dan pahamilah sistem dimana anda berada. Kritis tentang sistem, tapi anda sendiri justru tidak paham tentang sistem itu sendiri, ini kan namanya guob… ah sudahlah.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

46 COMMENTS

  1. kritis boleh asal yg mngkritisi jauh lbih pinter…jangan2 omdo doang pa lgi ada kta2 belajarlah itu ndanya krang bgus trakhir ada kata yg gk pntas wlaupun gk lngkp…tp mksudnya dah tentu yg ituu…inget kritis bleh tp jngn mnghina….hemmmmmm…

    • asumsi anda yang membentuk pikiran itu. apa hak anda membatasi kritik denngan kata – kata yang mengkritik harus lebih pintar? dari mana anda bisa tahu siapa yang lebih pintar? dari titel “doktor” nya?

    • apakah yakin dgn tindakan nya si yg ngaku raja adalah baik.. apakah bukan rasis.. baik nya ktemu deh langsung biar anda tak salah menilai orang.. dari dia merubah nama saja sudah ada kesan priyayi.. dia ingin jdi priyayi dgn memakai nama i gusti yg semula adalah i gede. dan tindakannya jg sering nga sesuai kata2 cenderung cengengesan..

    • Defong Salto : sepertinya anda terlalu buta akan perkembangan keadaan di Bali, coba deh sekali – sekali membuka diri dan melihat lebih jelas. agar tidak terlalu fanatik sempit seperti ini.

    • kurasa msalh gelar atau apapun itu gk jdi msalahhh….maaf fokus aja ma msalahnya jngn kmn2 kok gelar orang disebut2 itu mslah lain mas broww…klu mau komplin ma gelar rajanya komplin lngsung ma orangnya??msalah baik bruk..smua orang jg ada baiknya ada bruknya apa msti kita lhat bruknya aja atau lht baiknya aja…yg adil dong nilai orangg…emng prkmbangan apa ada dibali… yg signifikan …???

    • Defong Salto : inilah kenapa saya bilang anda buta dengan kinerja orang lain. hanya fokus sama satu orang saja dan anda tergiring untuk fanatik dalam hal ini. coba deh amati masing – masing daerah, mulai dari Gubernur hingga masing – masing bupati yang ada di Bali, anda bisa lihat apa yang mereka lakukan untuk daerahnya.

    • saya tidak menilai karna hnya meliat di sosmed saja.. tp saya liat langsung maka nya saya berani ngomong.. bhkan saat sekolah di smansa dnpasar hinga dia ganti gelar.. apakah pak salto pernah ngomong, atao meliat langsung nga? jgn asal ngomong.. dan liat orang2 yg memang bener2 bekerja.. bukan orang yg menebar sensasi doang

    • arik, dolar mangkin tembus di angka 13.401.. semangat megae.. biarkan siraja buduh semakin gila.. kwkwkww ape gen cruise nya k dpan, semoga bs ketemu ambil minum corona kwkwww..oya, ten ngerereh batu selem? bangg i raja buduh pang nyak mejujuk barangne.,

    • suud mejujuk barang ne ngelantas sing nyak bangun ha ha keras nike batu selem timpal tyang ampun konsultasi sampai sing bangun gara gara keto i raja baang cocok
      13.400 semangat ker tukarang ajak pis ane baru ha ha

    • di golden china ngereh sane asli.. yen raja buduh, sing hyak mejujuk barang ne yen ningalan nak luh.. yen nak muani ajak ne mare ngidang menek barang ne.. ipidan sekolah di smansa, nak ye raos keren ne LGBT , sai2 mebully, timpal2 ne anak luh gen konyang ne,ngegosipin cowok2 ganteng kwkwkwww, maka ne mangkin pengabihne nak muani macho2, ..

  2. selamat buat pak Doktor Wayan Lempod binti Lempog atas kritik dan saran nya yang sangat membangun.
    Semoga para Pahlawan yang sudah anda perjuangkan nasibnya menerima amal dan budi baik anda di sisinya

LEAVE A REPLY

9 + twenty =