Pelaporan atas Demo Bayaran 500 Ribu, Upaya Licik Untuk Menahan Ahok

1,255 total, 1 today

Beberapa pihak telah melaporkan Ahok ke Bareskrim atas tuduhan memfintnah karena menyebut massa demonstrasi 4 November lalu bergerak karena dibayar dalam wawancara dengan abc .net . Mulai dari ACTA hingga pihak Sam Aliano yang dikatakan sebagai ketua Pengusaha Muda Indonesia.

Sebelum saya membahas lebih lanjut, mari kita simak transcript wawancara Ahok dengan abc .net yang saya ambil dari video yang ada di youtube. Untuk yang mau menyaksikan videonya silahkan kunjungi link ini : https://youtu.be/bHw6lUpow84

I believe i am not guilty, that’s why i prefer to bring it to the court. if we bring it to the court, everybody will see the evidence, everybody will see the video and people will realise.

so is this political?

that’s why i need to go to court to prove that this is political, not the law.

and who’s funding it?

I don’t know, i really don’t know, but i believe the President knows from the intelligence, i believe they know. it’s not easy, you send more than 100,000 people, most of them, if you look at the news, said they got the money, 500,000 rupiah.

Dari transkrip diatas yang saya pertebal adalah yang mereka sangkakan sebagai kalimat yang memfitnah pendemo yang mendapatkan bayaran 500 ribu.

Kalau kita lihat dari kalimatnya, bukanlah Ahok yang menuduh pendemo menerima 500 ribu, tapi Ahok hanya menyampaikan berita yang dia baca yang mengatakan bahwa pendemo menerima 500 ribu. Posisi Ahok disini bukanlah sebagai yang mengatakan, tapi sebagai pihak ketiga yang menyampaikan apa yang dia dapatkan dari berita.

Yang aneh disini adalah, kenapa yang dilaporkan adalah Ahok?

Saya melihat ada motif politik dibalik pelaporan ini. tujuannya hanya satu, agar Ahok ditahan. Kalau ahok sudah ditahan, maka lawan Ahok dalam dalam Pilgub akan melenggang bebas dengan segala kampanye negatif, termasuk menyebarkan opini yang mendiskreditkan Ahok dengan mengatakan bahwa Ahok sudah tidak bisa maju lagi dalam Pilgub.

Kejadian pelaporan ini juga bukanlah tanpa dasar. Demo 411 juga bukanlah tanpa dasar, semua ada dasarnya, semua ada motif politik didalamnya.

Untuk melihat ini lebih jelas, mari kita amati tuntutan GNPF MUI pada konfrensi pers pasca aksi 411. Sangat jelas tuntutannya disana adalah agar Ahok ditahan. Mereka mengancam kalau Ahok tidak ditahan, maka akan ada aksi demo lagi yaitu demo 2 Desember, atau demo 212. Tapi ancaman ini seolah tumpul ketika Kapolri dan TNI malah melarang adanya aksi.

Karena upaya GNPF MUI untuk menahan Ahok sepertinya gagal, maka digunakanlah kembali usaha penahanan Ahok dengan melakukan upaya hukum melalui pelaporan atas dugaan fitnah demo bayaran ini.

Sebelum ini memang sedang gencar dibentuk opini yang mengusahakan agar Ahok ditahan, mulai dari pembandingan antara kasus – kasus sebelumnya yang juga ditahan. Tapi semua opini tersebut sudah dibantah oleh Kapolri, yang mengatakan bahwa Ahok tidak perlu ditahan karena alasan untuk penahanan tidak kuat.

Dengan pelaporan ini, mereka berusaha membentuk opini bahwa Ahok harus ditahan karena memiliki kecenderungan untuk mengulangi perbuatan yang sama. Jadi tersangka atau tidaknya Ahok dalam kasus ini sudah tidak penting bagi mereka. Kuat atau tidaknya dasar atas pelaporan ini, sudah tidak penting bagi mereka. Yang penting bagi mereka adalah membentuk opini seolah – olah Ahok mengulangi perbuatannya. Dari sini kemudian mereka akan menekan Kapolri untuk segera menahan Ahok.

Motif dan trik politik murahan seperti ini hanya akan menghancurkan proses demokrasi yang sudah susah payah kita bangun bersama. Proses demokrasi yang baik, proses demokrasi yang bertujuan untuk kemajuan negeri kita. Marilah kita bersama – sama lebih cerdas dalam berpolitik, lebih fair dalam berkompetisi sehingga apapun proses demokrasi yang kita selenggarakan akan membuahkan kebaikan dan kemajuan untuk negara kita.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih…

Mari Berbagi :

27 COMMENTS

  1. Nando Sitohang : maaf komentar anda saya hapus, kalau mau diskusi usahakan menggunakan bahasa yang baik. kalau boleh saya sarankan, kurangi penghinaan kepada manusia dengan kata – kata binatang. Berbeda dukungan, tapi mereka tetap saja manusia. hargai mereka sebagai manusia. Terima Kasih.

    • itulah politik, pasti akan ada isu lain setelah ini, hingga februari nanti. ada salah satu pasangan calon yang sudah mengeluarkan statement “all out” yang berarti semua cara, daya dan upaya akan digunakan. πŸ™‚

  2. Ah soal pengetahuan mah dah kayaknya aku selalu baca.alquran udah jelas hatam.hidup lumayan makmur.itu kopi lho klo masih ngutang biar gua bayarin maksud ana…takutnya duit lo habis pake kuota…

    • wah hebat ya, ilmu pengetahuanmu sudah sehebat Nabi. jangan – jangan khatam alquran kamu merasa sudah mejadi Nabi dan merasa paling benar akan semua tindakanmu. kalau gitu saya mau tanya, dalam alquran, pada surat apa dan ayat berapa ada ajaran untuk menghalalkan segala cara untuk berpolitik?

    • Ah siapa bilang aku sehebat nabi.cuma berusaha belajar yang dibawa nabi.trus siapa orangnya yang kami benci.mereka saja yang salah paham.klo urusan niaga.urusan bisnis yo ok2 aja kita bergandengan tangan.tapi klo dah mencoba mengolok olok agama kami.ajaran kami.kita diwajibkan menghindar selagi pembicaraanya perpaling ke hal yang lain.apabila mereka memusuhi kami.maka tebas batang lehernya dimanapun musuh berada.untuk lebih jelas lo ngaji sendiri dah mudah2an dapat hidayah

    • wah argumentasimu kok seperti mengada ada yak. bener kata yusron, kalau nggak salah paham, ya pahamnya yang salah. sudahlah masbro. lanjutkanlah semangat potong lehernya. kita disini membahas masalah politik, masalah pengetahuan, bukan membahas soal agama. monggo, dilanjutkan ngaji yang rajin ya masbro, jangan lupa, dibaca juga tafsir Al-Mishbah. πŸ™‚

    • Ia siap.selamat berpolitik mudah mudahan paling tidak jadi RT.tapi ya sebenarnya jd pemimpin itu musibah mas..klo kita mengkaji ke dalam.sebab jadi pemimpin itu fitnah.urusanya sampe ke akhirat..ngapain juga banyak pendukung klo yg mendukungnya orang murtad semua…itulah pendapat saya yang katanya salah faham

LEAVE A REPLY

one × 1 =