Laporan Atas Dugaan Penodaan Agama Oleh Megawati, FPI… Titik… Titik…

TOTAL : 478 ( TODAY : 1)

Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama melaporkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Dittipidum Bareskrim Polri. Mega dituduh telah menistakan agama saat menyampaikan pidato di HUT PDIP ke 44 beberapa waktu lalu. Dalam surat laporan tercantum pihak pelapor bernama Baharuzaman.

Baharuzaman dalam hal ini datang sebagai Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama. Tapi, dengan sedikit penelusuran lebih jauh, saya menemukan kalau Baharuzaman adalah mantan ketua FPI Jakarta Utara.

Seiring dengan Baharuzaman, di Jawa Timur juga akan ada pelaporan atas Megawati yang dilakukan oleh Gabungan Ulama Bersatu Indonesia (GUIB) di Jawa Timur. Rencananya GUIB akan melaporkan Megawati tanggal 27 Januari 2017. Salah satu pengurus GUIB adalah Ustaz Choiruddin. Tapi, dengan sedikit penelusuran, saya menemukan kalau, Ustaz Choiruddin adalah Sekjen FPI Jawa Timur.

Seperti kita ketahui bersama, beberapa waktu yang lalu Pimpinan FPI Rizieq Shihab, batal melaporkan Megawati dan berdalih memilih jalan dialog.

Yang menarik dari laporan ini adalah, kedua pelapor masih ada keterkaitan dengan FPI tapi memilih untuk menggunakan nama organisasi yang berbeda ketika melakukan pelaporan. Ada apakah dibalik nama organisasi lain tersebut? Apakah FPI kurang percaya diri untuk melaporkan dengan menggunakan organisasinya?

Menurut saya begini, Tindakan seperti ini diambil oleh FPI dengan tujuan untuk mengesankan kalau ada banyak yang melaporkan Megawati dan ini menjadi ciri khas dari organisasi dengan banyak cabang seperti FPI. Dengan menggunakan nama yang berbeda dan wilayah berbeda, akan mempermudah pembentukan opini kalau umat Islam yang bergerak melaporkan Megawati, padahal kenyataannya tidak. Yang melaporkan, seputaran FPI juga, tidak jauh dari orang – orang FPI juga.

Tapi, dari sudut pandang saya, yang terlihat justru malah Rizieq yang tidak terlihat berjiwa seorang pemimpin. Dia sendiri membatalkan laporannya, malah justru orang – orang disekitarannya yang melapor. Ini kan namanya titik… titik…

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih…

Mari Berbagi :