Jokowi Membuat Indonesia Semakin Tidak Waras?

548 total, 1 today

Mungkin semua yang membaca tulisan ini adalah pembaca yang tertarik dengan judul yang saya tuliskan. Tapi memang itu tujuan saya, agar semakin banyak yang berminat untuk membaca. Mungkin beberapa orang juga berniat membaca tulisan ini sebagai bahan untuk disebarkan karena mengira kalau tulisan ini memuat segala kegagalan pemerintahan jokowi, tapi di awal paragraf ini saya sampaikan, jangan lanjutkan membaca, karena saya disini tidak sedang membahas kegagalan pemerintahan Jokowi.

Di awal kemunculannya, Jokowi memiliki karir yang bersinar sebagai Walikota Solo, kemudian karir ini melesat hingga mengantarkannya sebagai Gubernur Jakarta, dan kini telah duduk sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam perjalanan karir Jokowi menuju Gubernur Jakarta bersama Ahok yang menjadi wakilnya, telah mulai muncul fenomena baru dikalangan masyarakat. Kesederhanaan Jokowi dan kedekatannya terhadap masyarkat mengundang banyak pujian, seiring juga dengan banyaknya nyinyir dari lawan – lawan politiknya. Ini adalah hal yang wajar yang ada pada setiap tokoh, ada yang pro dan ada yang kontra, itu berlaku menyeluruh tanpa kecuali.

Pada proses pemilihannya sebagai presiden di tahun 2014 lalu, ada kemunculan 2 kubu, pertama yang mendukung Jokowi dan kedua yang mendukung Prabowo. Kedua kubu saling lempar isu yang kemudian di klarifikasi oleh relawan masing – masing. Mulai dari isu valid sampai isu hoax yang berujung pada black campaign. Kedua kubu sangat gencar menggunakan segala aset yang mereka punya untuk saling bantah dan saling sodorkan bukti yang ada atau istilahnya kerennya, saling sodorkan fakta dan data. Dalam proses ini, ada banyak bermunculan akun – akun pendukung masing – masing kubu yang masih berjalan hingga kini.

Setelah menjabat sebagai Presiden, pendukung Jokowi yang awalnya hanya mengklarifikasi segala pemberitaan hoax yang beredar mengenai Jokowi, sekarang justru menjadi kaum pecinta yang lebay, fakta dan data cenderung menjadi dilebih lebihkan, sebut saja kabar mengenai kebangkrutan Singapura karena pemberlakuan UU Tax Amnesty, Jalan yang membelah hutan di Papua, dan kabar – kabar sejenis yang memang fakta dan datanya tidak sesuai dengan logika, cenderung melebih – lebihkan, dan saya rasa kalau dikembangkan akan berujung pada hoax.

Begitu juga pendukung kubu Prabowo, dulunya hanya meluruskan berita hoax tentang Prabowo, sekarang malah seringan melempar berita hoax yang mereka claim sebagai kritik terhadap pemerintah. Sebut saja 200 juta pekerja Cina akan migrasi ke Indonesia, dan yang sejenisnya, bahkan sampai kaos kaki pun tidak luput dari bahan berita lebay yang akhirnya juga berujung sama, menuju hoax itu sendiri.

Baik pendukung maupun bukan, telah banyak melahirkan ketidakwarasan, isu hoax lalu dibalas dengan hoax, ya sama – sama hoax, dan orang yang sering melempar isu hoax adalah orang yang tidak waras, alias kaum penyebar fitnah. Dan yang menyebarkan fitnah adalah kaum 2D alias kaum 2 Digit (IQ nya). Berarti pendukung dan bukan adalah kaum yang sama, kaum 2D valid. Memang sangat tipis perbedaan pendukung maupun yang bukan, saking tipisnya, bahkan lebih tipis daripada selaput dara yang sedikit lagi robek.

Ada banyak hal yang tidak disadari dari fenomena ini, kecintaan dan kebencian yang berlebihan akan sangat buruk dampaknya pada kondisi masyarakat, apalagi yang bersentuhan dengan media sosial, dimana informasi tersebut bisa beredar dengan sangat cepat.  Kemunculan sentimen rasial yang makin masif sedikit tidaknya juga banyak dipengaruhi oleh isu – isu hoax yang dilemparkan oleh masing – masing kubu.

Salah satu contoh yang bisa saya ungkapkan adalah, penyebaran isu – isu mengenai invasi pekerja Cina yang hendak menguasai Indonesia, telah banyak tersebar di media sosial, bahkan ada berita hoax yang mengatakan kalau akan ada 200 juta pekerja Cina yang akan datang ke Indonesia. Salah satu efek negatifnya, atau sentimen negatif yang muncul, dan sudah muncul di media sosial, saya tampilkan pada gambar berikut.

750xauto-lcd-rusak-dikira-tulisan-china-komentar-komentar-netizen-bikin-heboh-1608039

komentar

Silahkan dibaca intensitas komentar yang ada, dan silahkan persepsikan sendiri kemana arah sentimen yang timbul setelah membaca tiap – tiap komentar tersebut.

Padahal fakta dan klarifikasinya, kalau papan informasi tersebut bukan tulisan Cina, itu bahkan bukan tulisan apa – apa, itu hanya papan informasi yang rusak dan sedang dalam perbaikan. Klarifikasinya ada pada gambar berikut.

411208-lcd-rusak

411207-lcd-rusak

Apakah berita dan sentimen itu berhenti dengan adanya klarifikasi? Menurut saya tidak. Dan inilah bahayanya. Dan ini bisa berujung pada kebencian dan konflik ras yang sangat berbahaya untuk persatuan dan kesatuan bangsa kita.

Saran saya, untuk kaum pembenci dan pecinta, sebaiknya kalian kembali ke jalan yang benar, dengan tetap waras dan mengurangi lebay kalian dengan isu – isu yang berujung pada hoax. Gunakanlah metode yang benar dalam mencari fakta dan data, hingga semua bisa dibuktikan secara nalar dan logika. Kritik maupun dukungan sangat – sangat bisa disampaikan dengan dasar – dasar yang benar, tanpa harus melebih – lebihkan, tanpa juga harus mengurangi. Semua dasar – dasar teori konspirasi harus ditelusuri satu per satu sumbernya, karena tanpa itu, teori konspirasi hanya akan berujung pada hoax.

Kita semua menginginkan bangsa ini bisa maju, dan kita semua menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang cerdas, jadi mulailah dengan mencerdaskan kehidupan yang bisa anda sentuh, mulai dari pertemanan, media sosial, dan yang sejenisnya. Kurangi menyebarkan berita hoax, dan usahakan untuk selalu mencari klarifikasi yang benar tentang sebuah berita. Jangan asal comot judul kemudian menyebarkan. Diusahakn untuk membaca, menyimpulkan dan menyebarkan, setelah tahu isi dari berita tersebut. Dengan prilaku yang seperti ini, saya rasa perlahan kehidupan kita akan membaik, karena penanaman dasar – dasar berfikir yang benar akan tumbuh didalam masyarakat kita.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Mari Berbagi :

LEAVE A REPLY

2 × 2 =