Jejak HTI di Bali

1,334 total, 3 today

Hizbut Tahrir (HT) adalah partai politik yang berideologi Islam. Politik merupakan kegiatannya dan Islam adalah ideologinya. Setiap kegiatan HT harus kita pandang sebagai kegiatan politik, yang memiliki muatan untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik untuk melaksanakan tujuan – tujuan mereka. HT bertujuan untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah dimana seluruh kegiatan kehidupannya diatur sesuai dengan hukum-hukum syara’. Hukum syara’ adalah hukum Islam yang didasarkan pada Al Qur’an dan Sunnah.

Di Bali sendiri, HT sudah ada sejak tahun 2009, mungkin juga sebelum itu, ini saya ukur dari kegiatan pertama yang mereka lakukan di daerah singaraja yang saya temukan. Mereka mengadakan kegiatan di setidaknya 4 kabupaten di  Bali antara lain, Singaraja, Jembrana, Denpasar dan Karangasem. Belum jelas saya peroleh informasi mengenai jumlah anggota mereka, tapi dari acara – acara yang mereka selenggarakan, saya perkirakan setidaknya antara 150 – 200 orang, mungkin juga lebih.

Hizbut Tahrir di Bali masih dalam tahap perekrutan, mereka masih melandaskan kegiatannya pada diskusi dan seminar yang bertujuan untuk mengenalkan paham yang mereka bawakan dengan menyasar hampir semua kalangan, mulai dari kalangan umum, ibu rumah tangga, dan mahasiswa. Pada kalangan mahasiswa, HT terlihat di beberapa universitas di daerah Denpasar dan Singaraja.

Pergerakan mereka di Bali masih dalam tatanan ideologis, mereka masih dalam tatanan menanamkan paham Khilafah sebagai solusi alternatif semua masalah yang ada di negara ini. Mereka anti kapitalisme, anti sosialisme dan anti pancasila. Konstruksi berpikir yang dibangun adalah menganggap ideologi-ideologi itu sebagai buatan manusia yang terbukti kecacatannya dan telah terbukti sebagai sumber atas berbagai macam persoalan. Ideologi yang ada selain Islam tersebut bertentangan dengan Islam dan hukum-hukumnya.

Berikut beberapa kegiatan yang penah mereka selenggarakan di Bali.

11 Januari 2009
Seminar “Kiprah Muslimah Dalam Politik Islam’, Ahad (11/1) di Masjid Jami’ Singaraja. Seminar yang dibuka Ketua Badan Kontak Majlis Ta’lim (BKMT) se-Propinsi Bali dihadiri oleh perwakilan 38 majlis ta’lim se-Buleleng. Acara ini menghadirkan Ibu Sriyani Sadikin selaku Pimpinan Daerah Aisiyah Buleleng dan Ustazah Nida Sa’adah SE,AK selaku Dewan Pimpinan Pusat Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (DPP MHTI).

17 September 2011
Berlangsungnya liqo syawal HTI DPD Bali Raya yang bertema “Hidup Sejahtera dengan Syari’ah”. Acara ini dihadiri kurang lebih 100 peserta dan beberapa tokoh ulama daerah Bali diantaranya dihadiri oleh Ust.Muhammad Robert selaku ketua MUI wilayah Denpasar Selatan. Acara ini bertempat di gedung Utama Kantor Kanwil Dirjen Pajak Bali dengan menghadirkan Ustad M.Soleh Abdullah DPP Hizbut Tahrir Indonesia selaku pemateri.

30 Oktober 2011
Acara kajian Islam yang bertemakan “Problematika Umat dan Solusinya” diadakan di masjid Al-Furqon Gatot Subroto barat. Acara ini dihadiri oleh beberapa ulama’ Denpasar, sebagai pemateri antara lain Ust.Robert selaku ketua MUI Kec.Denpasar Timur, Ust.Triviarno dari HTI DPD II Denpasar Raya dan Ust.Azizi Fatoni Kurniawan dari HTI DPD II Malang Raya.

24 Desember 2011
Acara Kajian Islam dan Peradaban 2 dengan tema “Deradikalisasi, Maslahat atau Mudharat Untuk Umat” bertempat di  Aula Gedung Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Bali. Acara ini menghadirkan pembicara Ust. Harits Abu Ulya dari DPP HTI dan Ust. Hasan Basri dari MUI Prov. Bali. Dalam acara ini berlangsung juga roadshow ke beberapa masjid di kota Denpasar, diantaranya Masjid Baitul Makmur (ba’da Maghrib) dan Masjid Sadar (ba’da Subuh). Selain di Denpasar, acara ini juga berlangsung di Karangasem yang dihadiri oleh Ketua MUI Karangasem namun didominasi oleh ibu-ibu dari majelis ta’lim se-Karangasem. Kegiatan  diisi dengan tausyiah tentang perumpamaan orang yang hidup di dunia adalah seperti seorang pengembara yang hanya singgah sebentar.

12 September 2013
Aksi penolakan terhadap acara Miss World 2013 melalui penyampaian aspirasi ke Mapolres Buleleng yang dilakukan oleh tiga perwakilan kelompok HTI dan Dikordinir Yosi Margori. Aksi ini adalah pernyataan sikap yang sama yang ditunjukkan oleh HTI Buleleng dengan HTI Pusat.

4 November 2013
Aksi damai dengan menggelar Tarhib Muharram Untuk menyambut tahun baru 1435 Hijriyah. Aksi damai ini dilakukan di bundaran jalan Sudirman Denpasar dengan target terpahamkannya umat tentang pentingnya syariah Islam dalam mengatur kehidupan. Kegiatan ini juga mensosialisasikan kepada masyarakat tentang petingnya kembali kepada Syariah Islam. Memberikan masukan sebagai alternatif solusi terhadap masalah yang dihadapi umat di Indonesia dan memperkenalkan Islam yang senantiasa memberikan rahmat dan berkah.  Aksi ini dikoordinir oleh Ketua HTI Bali Ahmad Syawaludin.

26 Januari 2014
Acara Forum Ibu Sholihah yang diadakan MHTI cabang Negara Kabupaten Jembrana Bali, bertempat  di Musholah  Mudzakkiriin Negara –Jembrana Bali, dengan tema “Meneladani Rasulullah dalam Membangun Kesejahteraan Keluarga”.

16 Maret 2014
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Bali mengadakan Diskusi Terbatas Mahasiswa. Tema yang diangkat adalah “Perubahan Indonesia Lebih Baik dengan Khilafah” bertempat di Meeting Room Bumbu Desa Resto, Jl. PuputanRenon Denpasar Bali. Peserta yang hadir dari delegasi lembaga dakwah kampus, lembaga ekstra kampus dan mahasiswi muslimah dari berbagai kampus di Bali.

29 Mei 2014
Event akbar Konferensi Islam dan Peradaban dengan tema: “Indonesia Milik Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal” yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia bersama Ummat insya Allah di Gdg  IMMACO ex. Pelabuhan Buleleng.

26 Oktober 2014
Bertempat di Aula de Surau Jl. Mahendradatta No.9-c Kota Denpasar. Lebih kurang 100 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai kampus di seluruh penjuru Bali, diantaranya Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Universitas Udayana (UNUD), STAID Ma’arif Denpasar, Wearness, Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS), dan Universitas Mahasaraswati berkumpul dalam agenda “Indonesia Congress of Muslim Students 2014” yang diselenggarakan oleh Lajnah Khusus Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia Dewan Perwakilan Daerah Kota Denpasar dengan mengangkat tema “We Need Khilafah Not Democracy And Liberal Capitalism”.

23 December 2015
Bincang – Bincang dan tukar pikiran seputar perjuangan Islam untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Singaraja bersama Amir Fi’ah Ansharusyariah Singaraja, Yana dan direktur The Community of Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, sebagai pemateri.

24 April 2016
Ketua DPD Hizbut Tahrir Bali, Ustadz Achmad Syawaludin  mengumpulkan sekitar 200 tokoh islam se-Bali di Gedung Kelapa Gading, Jalan Mahendradatta Nomor 16 X, Denpasar, dalam acara Muktamar Tokoh Umat. Acara ini mengambil tema “Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Tujuan dilaksanakannya acara ini adalah tersampaikannya solusi Islam untuk permasalahan seperti kemiskinan, kejahatan, perilaku menyimpang LGBT, korupsi dan narkoba. Adapun narasumber yang diundang untuk menjadi pemateri dalam acara ini diantaranya Ustadz Wahid Hidayatullah, Ustadz Yosi Mardoni, dan TGH S.A Hannan al Yasin Lc.

8 Agustus 2016
DPD II HTI Buleleng mengadakan acara bertema “Kembali Fitrah, Kembali pada Syariah dan Khilafah” yang diselenggarakan di Aula RM. Manalagi II Jalan Teleng no. 9 Singaraja. Acara ini diisi dengan pembacaan Qalam Illahi oleh saudara Suratman Harudian Putra. Kemudian, sambutan dari Ketua DPD I Bali oleh Ustad Achmad Syawaldin, ST dan sambutan oleh Ketua MUI Kabupaten Buleleng oleh Ustadz Abdurrahman Said, Lc. Acara ini juga diisi oleh beberapa pembicara antara lain Ustadz Muhammad Rozi Iskandar, M.Pd, Ustadz TGH. Hanan Al-Yasin, Lc.

18 Oktober 2016
HTI Denpasar melakukan aksi bentang spanduk dan pembagian press rilis yang menuntut untuk penindakan tegas terhadap Ahok penista Al Qur’an.

19 Desember 2016
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) DPD I Bali menyelenggarakan Sarasehan Ibu Nusantara ke 4 dengan tema “Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga” di Hotel Maha Jaya, Ubung. Acara ini dihadiri sekitar 150 orang dari masyarakat umum, muballighah, majelis taklim, pendidik, intelektual dan dari kalangan lainnya yang berasal dari Kabupaten Jembrana, Buleleng, Karangasem, Denpasar, Badung, dan Tabanan. Ustadzah Cindy Yuniarti  dari DPD I MHTI Bali menyampaikan latar belakang diselenggarakan acara, bawa kondisi ketahanan keluarga hari ini rapuh dan betapa besarnya peran negara sebagai soko guru ketahanan keluarga untuk memulihkannya. Acara ini dipandu oleh Host Ibu Rizki Firmananda dengan 2 orang pemateri yaitu Ustadzah Kholishoh Dzikri dari DPP MHTI dan Ustadzah Haova, Anggota MHTI DPD I Bali.

Pemerintah melalui Menkopolhukam, Wiranto telah mengumumkan akan mengambil tindakan hukum untuk membubarkan HTI. Setidaknya ada 5 alasan yang disampaikan melalui keterangan persnya antara lain:

Pertama, sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

Kedua, kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Ketiga, aktifitas yang dilakukan nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

Keempat, mencermati berbagai pertimbangan diatas, serta menyerap aspirasi masyarakat, Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI.

Kelima, keputusan ini diambil bukan berarti Pemerintah anti terhadap ormas Islam, namun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

HTI belum sepenuhnya bubar, pembubarannya masih dalam proses . Membubarkan HTI bukan berarti anti Islam, karena HTI adalah partai politik yang bergerak dalam bidang politik dengan tujuan politik. Jika kemudian banyak yang berteriak mengatakan Pemerintah anti Islam, saya rasa ini hanya teriakan orang ketakutan saja yang mencoba memprovokasi umat Islam dengan pemerintah.

Kita saksikan saja kelanjutan cerita ini, sejauh mana pemerintah berniat untuk membubarkan organsisasi semacam HTI ini.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

Please follow and like us:

1 COMMENT

  1. Jika permasalahan negara selama ini dianggap tidak beress dan solusinya adalah khilafah…. harus di garis bawahi dulu ya! Sebagaian besar pusat pemerintahan kita di indonesia jelas dan pasti dipegang oleh bila bicara golongan ya Muslim yang memegang tampuk kekuasaan hampir di segala element penting dari segala kebijakan. Dan jika permasalah korupsi… ya itu org2 muslim sendiri donk harus berbenah… jgn nanti… golongan muslim yang memegang post-post pemerintahan yang penting… ini korupsi ya baiknya sesama anak bangsa dan seagama : baiknya HTI memberikan sikap tegas..kepada mereka yang melakukan tindakan korupsi: dimana bangsa ini sakit akibat perbuatan tsb.

    Jangan nanti negara kita bermasalah terus…. dan ngak beres2 dipandangan HTI padahal yang memegang kekuasaan penting dlm hal kebijakan jelas golongan muslim. Namun kita ini nkri bung….. jadi segala kebijakan harus sesuai dgn paham kenegaraan kita. Itu yang perlu dimengerti….!!

    Jadi salah alamat bila HTI berpandangan carut marutnya bangsa ini dipandangan HTI disegala Penyebaran pemahaman kepada anggotnya tidak berbuat banyak kepada bangsa ini toh… yang memegang kekuasaan org muslim juga kan….. kalo org non muslim yang jadi pejabat negara…. apa yg akan mereka lakukan….??? Jangan2 mereka teriak2 dijalan kayak 212 dan seterusnya…. jgan baru sesama muslim kamu ketahui org tsb melakukan tindakan korupsi kalian berdiam diri.

LEAVE A REPLY

five × 4 =