Janji Surga

514 total, 2 today

Seorang kawan saya menanyakan, “kenapa ya sekarang banyak ajaran menjanjikan surga? Padahal kalau dipikir – pikir, belum ada yang pernah mendatangi surga terus kembali lagi untuk meceritakannya”.

Sambil meminum segelas kopi, saya turut mengernyitkan dahi. Saya turut diajaknya berpikir. Entah saya harus memulai dari mana, pikiran saya tidak bisa menjangkau jawaban atas pertanyaan kawan saya tadi. Pertanyaan kawan saya ini tidak pernah saya pikirkan dan tidak pernah saya cari tahu jawabannya.

Dari seberang meja terdengarlah suara seorang kakek yang berkata, “kenapa sih orang berjanji? Apa imbal balik yang diinginkan dari sebuah janji?”.

Saya dan kawan saya kompak geleng – geleng kepala, tanda kami tidak tahu jawabannya.

“Setiap orang menjanjikan sesuatu bertujuan agar dia dituruti. Ibaratnya anak kecil, dijanjikan permen agar menuruti kehendak orang tuanya”, kata kakek tadi.

“Jadi surga itu ibaratnya permen? Agar pengikut ajaran tersebut mau menuruti apa yang diajarkan, begitu maksudnya?”, tanya kawan saya penasaran.

“Bisa dibilang seperti itu”, jawab kakek tadi singkat.

“Setidaknya ada 2 cara untuk membuat orang patuh. Pertama dengan bujukan, kedua dengan hukuman. Surga itu adalah bujukannya dan neraka adalah hukumannya. Tujuan keduanya adalah untuk membawa manusia mengikuti ajaran yang dibawakan”, lanjut kakek tadi menjelaskan.

“Lalu apakah surga dan neraka itu benar ada?”, tanya kawan saya.

“Pertanyaanmu itu adalah pertanyaan untuk orang yang tidak yakin akan ajaran agamamu. Bukankah beragama itu didasarkan atas keyakinan? Lalu kalau yakin akan ajaran agamamu, apakah layak untuk mempertanyakan kebenaran surga dan nerakanya?”, kata kakek tadi.

“Apakah benar surga dan neraka itu seperti yang di deskripsikan orang?”, tanya kawan saya.

“Tanya saja ke orang itu, pernah ke surga atau neraka tidak?, kalau dia tidak pernah ke surga atau neraka, darimana kamu yakin penjelasan mereka tentang apa yang ada di surga atau neraka?”, jelas kakek tadi.

“Kembali ke penjelasan permen dan anak kecil tadi. Selama anak kecil tersebut menuruti kehendak orang tuanya hanya demi mendapatkan permen saja, selama itu pula dia tidak akan bisa memahami maksud dan tujuan orang tuanya. Misalnya, anak kecil yang hanya mau belajar atau mengerjakan PR hanya agar mendapatkan permen yang dijanjikan orang tuanya, maka dia hanya akan terbelenggu pada belajar untuk mendapatkan permen, bukan belajar untuk mendapatkan pengetahuan dan menjadi pintar”, terang kakek tadi.

“Sama seperti orang beragama atau mengikuti ajaran tertentu. Selama orang tersebut masih terbelenggu untuk beragama atau mengikuti ajaran hanya untuk mengejar surga, selama itu pula dia tidak akan mengerti apa yang diajarkan agama atau ajaran tersebut. Yang dia tau hanyalah mengikuti agama atau ajaran hanya untuk mendapatkan surga, bukan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar dari apa yang diajarkan agama itu sendiri”, sambung kakek tadi.

“Lalu apakah keberadaan surga dan neraka hanya agar orang mau mengikuti agama atau ajaran tertentu?”, tanya kawan saya.

“belum tentu juga”, kata kakek tadi.

“Tidak ada yang namanya audit untuk agama atau suatu ajaran. Jadi tidak bisa dihitung siapa yang layak masuk surga dan siapa yang di neraka. Tidak ada orang yang benar – benar tahu akan itu. Yang bisa dilihat adalah kehidupannya. Bukankah orang mengikuti agama atau ajaran tertentu itu semasa hidupnya? Logikanya, seharusnya manfaat dari agama tersebut bisa dirasakan semasa hidupnya, bukan?”, kata kakek tadi melanjutkan.

Kawan saya-pun mengernyitkan dahinya. Sepertinya dia berpikir sangat keras untuk memahami perkataan kakek tadi.

“Lalu apa yang bisa dilihat sebagai manfaat orang beragama semasa hidupnya?”, tanya kawan saya.

“Cinta kasih dan kedamaian itu. Bukankah ajaran atau agama itu hadir untuk mengajarkan cinta kasih dan kedamaian? Bukankah pula cinta kasih dan kedamaian itu seharusnya bisa kita rasakan ketika kita masih hidup?”, kata kakek tadi.

“Cobalah kamu perhatikan orang beragama atau yang mengikuti ajaran tertentu di sekitarmu, jika hidupnya penuh cinta kasih dan kedamaian, bukankah orang seperti itu layak untuk kamu tiru?”, lanjut kakek tadi.

“Caranya meniru?”, tanya kawan saya sambil mengernyitkan dahi lebih dalam lagi.

“Belajarlah kepada apa yang diajarkannya, cari tahu cara menerapkan ajarannya atau agamanya dalam kehidupanmu sehingga kamu juga akan paham manfaat ajaran atau agama itu dalam kehidupanmu”, terang kakek tadi.

“Setelah hidupmu damai, setelah hidupmu penuh cinta kasih, apa masih perlu kamu membahas soal kebenaran surga atau neraka itu?”, kata kakek tadi menutup pembicaraan kemudian beranjak pergi dengan cangkulnya menuju sawah.

Kawan saya masih duduk termenung memikirkan kalimat akhir yang dikatakan kakek tadi. Dia sepertinya mengerti tapi masih belum benar – benar paham. Tapi, kakek tadi sudah mengajarkan satu ilmu yang layak dijadikan bekal dalam hidupnya.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih.

16 COMMENTS

  1. Surga Neraka Itu adalah buat an Manusia di bumi ini, lihatlah situasi kini, jika manusia Itu mengikuti Ajar an agamanya yang Katanya penuh dengan ayat kasih Dan Damai, mengapa kini justru penuh kebencian, permusuhan, Dan bentrok?

  2. Saya muslim Demi Allah gambaran surga dan neraka itu ada di Al-Qur’an dan Hadist,,,Al-Qur’an dan hadist jelas dan gamblang menjelaskan Gambaran surga dan neraka…
    Dan Al-Qur’an di turunkan utk org2 yang berakal dan mw berfikir,,,
    DAN AL-QUR’AN DI TURUNKAN UTK ORG YG PERCYA SAJA ..KALAU ANDA TIDAK PERCAYA AL-QUR’AN BERARTI AL-QUR’AN TIDAK DI TUNJUKAN UTK ANDA..
    SILAHKAN PELAJARI KITAB2 KALIAN MASING2 ..
    STTUS DI ATAS ITU SUDAH KELUAR DARI RANAH KEAGAMAAN

  3. Seperti hal nya negara nyata membuat peraturan dan undang2…jika melanggar undang2 jelas hukuman nya neraka dunia (di penjara,di siksa di penjara,dan bahkan hukuman mati atau hukuman gantung ) tetapi kalau orang baik dan mentaati undang2 maka akan selamat..itu baru di dunia…
    INI YG BIKIN STATUS NGACO…ANDA PELAJARI DULU TEORI PLATO DAN ARISTOTRELES KLW ANDA MALES BELAJAR AL KITAB.

  4. semua agama punya pemeluk .dan pemeluk itu ada yg menjalankan ajaran 100% ,90% ,80% …..0%(ada yg baik dan ada yg ingkar dan ada pula yg salah tafsir dan penerapan).dan ajaran agama yg benar hanya adasatu. agama pilihan sangat menentukan (beruntung atau ruginya setelah mati)sebab kenapa? kebaikan pd sesama mahluk sudah mendapat balasan dari sesama mahluk selama ia hidup.dan tuhan membutuhkan bukan sekedar baik tpi lebih dari itu yaitu TAAT.(perintah/larangan).bila ketaatan & kebaikan hanya kepada makhluk maka kau akan mendapatkan kau sudah mendapat manfaat dan balasan dari mahluk pula.utk mendapat kebaikan dunia harus cari ilmunya dan utk kebaikan setelah mati ilmunya hanya ada di sisi sang maha pencipta.

LEAVE A REPLY

nine + 8 =