Intimidasi dan Propaganda Ketakutan

391 total, 1 today

Disadari atau tidak, kita semua yang memeluk sebuah agama adalah korban dari propaganda ketakutan yang semenjak lahir dihembuskan oleh orang – orang disekitar kita. Ada banyak aturan yang diberlakukan semasa kita kecil dengan menakut-nakuti pada hal – hal yang sama sekali tidak kita mengerti.

Dari kecil kita sudah di cekoki dengan doktrin surga dan neraka, dimana surga adalah keindahan dan neraka adalah segala macam siksaan. Ditambah lagi dengan berbagai ancaman atas kemarahan Tuhan yang sanggup menghukum siapa saja yang tidak berbuat baik. Atas dasar ketakutan inilah kita dibentuk untuk taat beragama dengan segala macam aturan yang berlaku dalam agama yang kita anut.

Kita dipaksa untuk mengikuti segala aturan agama agar terhindar dari siksaan neraka dan dijauhkan dari hukuman Tuhan. Kita bahkan tidak tahu surga itu apa atau neraka itu apa. Saya rasa hingga saat ini tidak ada sumber yang bisa menjelaskan seperti apa tepatnya surga atau neraka melalui refrensi pihak lain selain kitab suci agama masing – masing.

Propaganda ketakutan itu terbukti berhasil dan masih berjalan hingga kini.

Ketakutan adalah emosi dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Rasa takut memang cenderung membuat manusia menutupi logika dan memilih jalan tercepat untuk menghilangkan rasa takut tersebut. Manusia secara refleks akan menghindar atau melarikan diri atas rasa takut, daripada menanyakan atau menghadapinya. Ketakutan ini adalah salah satu sisi lemah dari setiap manusia yang paling mudah untuk di ekploitasi agar manusia taat akan aturan.

Setiap manusia cenderung untuk merasakan ketakutan pada hal – hal yang tidak diketahuinya. Contohnya, hantu, Kebanyakan yang saya tahu, kesaksian atas hantu besifat subjektif, tidak berlaku di semua orang, atau bahasa lainnya, tidak semua orang bisa melihat hantu. Gambaran di film horor akan betapa mengerikannya hantu tersebut, membuat kita tergiring untuk percaya dan menyepakati kalau kita semua takut dengan hantu karena hantu itu jahat dan bisa membunuh kita.

Mungkin saja ada hantu yang baik, hantu yang cantik, atau mungkin sebenarnya tidak ada hantu sama sekali. Kita cenderung lebih mudah menyepakati kalau hantu itu jahat, karena dasar dari semua itu adalah ketakutan. Kita takut untuk mencari tahu yang sebenarnya, kita takut untuk membuktikan keberadaan hantu itu sendiri. Kita sudah terlanjur ditakut – takuti oleh film horor sehingga menutupi rasionalitas berpikir kita.

Dalam politik, ketakutan sering di eksploitasi oleh politisi untuk meraih dukungan.

Donald Trump memperoleh kemenangannya di Amerika Serikat dengan mengeksploitasi ketakutan masyarakat Amerika atas isu – isu tentang Islam. Pada tahun 2014 lalu, trauma dan ketakutan atas kebangkitan PKI  adalah salah satu bentuk eksploitasi ketakutan yang dihembuskan oleh kubu Prabowo. Di Bali sendiri, AWK menggunakan ketakutan masyarakat Bali atas pendatang untuk memperoleh dukungan.

Di Jakarta, sekarang ini ada banyak jenis ekploitasi atas ketakutan masyarakat yang digunakan untuk menggerus suara pertahana. Ketakutan masyarakat atas penggusuran, Isu PKI, Invasi tenaga kerja china, dan isu – isu sejenis adalah bentuk eksploitasi ketakutan yang digunakan untuk memperoleh dukungan yang dilakukan oleh kubu anies-sandi.

Sebenarnya rasa takut adalah sifat alami, manusiawi, untuk kita semua. Tidak ada seorang-pun di dunia ini yang tidak memiliki rasa takut, bahkan binatang paling buas sekalipun memiliki rasa takut. Agar tidak dikuasai oleh rasa takut, kita sebaiknya mencoba belajar untuk berpikir rasional. Berpikir dengan logika dan perhitungan. Tidak mudah percaya pada apapun sebelum kita mencari tahu sendiri.

Kuncinya adalah tidak mudah percaya atas segala isu – isu menakutkan yang ditebarkan oleh orang lain sebelum kita mencari tahu dan menemukan buktinya sendiri. Disinilah rasionalitas kita sebagai manusia berperan, bahkan kita seharusnya tidak pernah takut dengan intimidasi apapun atas  pilihan yang kita ambil. Karena orang yang melakukan intimidasi adalah orang yang sedang ketakutan.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih…

Please follow and like us:

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

15 − four =