Arti kata Dibohongi, Menipu dan Ulama Menurut Habib Rizieq

910 total, 1 today

Belakangan sedang beredar video di social media yang menayangkang Habib Rizieq yang menurut saya secara tegas mengatakan kalau memang ada Ulama ussu yang sering menipu dan membohongi umat dengan menggunakan ayat – ayat dalam Alquran.

Link videonya ada disini : https://www.youtube.com/watch?v=T3eFeNeRevI

Berikut transkrip dari video tersebut yang saya ambil point pentingnya.

Kata Nabi Alaihi Sholatu Wassalam, sesungguhnya orang yang paling aku khawatir akan merusak aku punya umat, akan menghancurkan aku punya umat, aku lebih takut kepada dia daripada kepada dajjal. Nunjuk orang lebih bahaya daripada dajjal.

 Nabi ditanya siapa ya Rasulullah, nabi menjawab, ulama Ussu, ulama yang bejat. ulama yang buruk ulama yang busuk, ulama yang suka memutar balikkan ayat, yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, kaum zindiq, Yang menggunakan ayat – ayat Alquran untuk membenarkan daripada kemungkaran dan kebatilannya. Nauzubillah min zalik.

 Jadi kata Nabi, ini lebih bahaya dari dajjal. lebih menakutkan dari dajjal saudara. Dia nipu umat pakai ayat Quran, dia nipu umat pakai hadits Nabi. Nauzubillah min zalik.

Nah, karena itu, kepada segenap umat islam yang ada, saya ajak semua, yuk kedepan lebih selektif, jangan sembarangan kita memilih guru.

 Mari kita telaah per paragraf yang diucapkan oleh Habib Rizieq dalam ceramahnya.

Paragraf pertama, disini Habib Rizieq menegaskan kalau Nabi Muhammad pernah berkata kalau ada “orang” yang lebih berbahaya daripada dajjal, penekanannya disini ada pada kata “orang” yaitu manusia bisa berupa umat islam atau bukan yang lebih ditakuti daripada dajjal, dan ini dikatakan oleh Nabi Muhammad.

Paragraf kedua, pada paragraf ini Habib Rizieq secara tidak langsung menekankan bahwa ada ulama yang bejat yaitu ulama ussu. Sebagaimana disebutkan dalam paragraf pertama, bahwa ada “orang” yang ditakuti merusak umat, dan dalam paragraf kedua ini Habib Rizieq menekankan kalau “orang” yang dimaksud adalah ulama ussu, atau ulama yang bejat.

Penekanan kalimat Ulama disini bermakna sebagai “orang” atau manusia, bukan Nabi atau Tuhan yang mutlak baik dan tidak diragukan kebenarannya. Ulama yang dimaksudkan disini manusia yang memiliki kecenderungan baik dan buruk, dan dalam konteks ini memang ada ulama yang bejat yang dikahwatirkan akan merusak umat.

Paragraf ketiga, penekanan pada paragraf ini adalah tindakan yang dilakukan oleh “dia” dimana kalau kita sambungkan dengan paragraf pertama dan kedua, kata “dia” yang dimaksud disini adalah ulama ussu tadi. Jadi kalau saya perjelas kembali kalimat yang dikatakan oleh Habib Rizieq, “Dia nipu umat pakai ayat Quran, dia nipu umat pakai hadits Nabi” berarti bisa di substitusikan menjadi “Ulama ussu nipu umat pakai ayat Quran, ulama ussu nipu umat pakai hadits Nabi”. Secara tidak langsung disiini Habib Rizieq sudah menyatakan kalau ada ulama yang baik dan ada ulama yang buruk yang disebut dengan ulama ussu itu sendiri.

Ulama ussu itu sendiri dijelaskan adalah bagian daripada ulama itu sendiri. Sama seperti kita bilang manusia baik atau manusia buruk, yang berbuat adalah bagian dari manusia itu sendiri, hanya perbuatannya yang dikategorikan baik atau buruk. Disini ulama ussu itu adalah bagian dari ulama itu sendiri, hanya perbuatannya yang dikategorikan buruk.

Dalam paragraf ketiga ada satu kalimat yang saya pertebal yang menurut saya mirip seperti kalimat yang ahok ucapkan ketika di kepulauan seribu yang dinyatakan menistakan agama Islam. Mari kita bandingkan.

Habib Rizieq: Dia nipu umat pakai ayat Quran, dia nipu umat pakai hadits Nabi
Ahok: Bapak Ibu nggak bisa pilih saya, dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51 macam-macam gitu

Kedua kalimat itu memiliki satu subjek yaitu orang atau manusia atau oknum, dalam kalimatnya Habib Rizieq jelas menyebutkan kata “dia” yang sudah saya jelaskan sebelumnya, sedangkan pada kalimat yang diucapkan oleh Ahok, tidak ada subjek, yang ada hanya persepsi dari subjek itu sendiri. Atau kalau saya perjelas disini, dalam kedua kalimat tersebut ada pihak ketiga yang disebut menggunakan ayat Quran sebagai alat untuk membohongi atau menipu.

Kalau sekarang ahok dikatakan menistakan agama karena kalimatnya, bagaimana dengan Habib Rizieq yang juga mengatakan hal serupa. Yang lebih parah disini adalah, pada paragraf pertama Habib Rizieq mengatakan kalau yang dia katakan adalah kutipan dari perkataan Nabi Muhammad yang berarti bahwa ada pengakuan dari Nabi Muhammad kalau ada ulama ussu yang menggunakan Quran dan hadits untuk menipu umat.

Mungkin sebaiknya kita semua belajar tata bahasa dan tafsir dari bahasa itu sendiri sebelum kita menuduhkan apapun atas orang atau oknum atas penistaan agama itu sendiri. Setiap kalimat kadang memiliki arti dan makna sendiri tergantung yang mengucapkannya.

Terakhir, saya disini menganalisa berdasarkan arti dan makna dari kalimat itu sendiri, kalau mulai ada yang menanyakan agama saya apa, berarti penjelasan saya tidak layak untuk anda, karena disini saya tidak membicarakan agama, tapi saya membicarakan persepsi dari kalimat.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih…

 

 

LEAVE A REPLY

five × 4 =