Cabe pamer Rokok dan Miras

TOTAL : 323 ( TODAY : 1)

Dalam keseharian lelaki yang berumur belasan atau kalau boleh saya standarkan umurnya di kisaran angka 15-18 tahun, rokok dan miras adalah patokan untuk disebut dengan laki atau jantan. Lelaki yang berkumpul adalah ego yang berkumpul, lelaki umur belasan tahun kalau dibilang tidak jantan ini sama dengan merendahkan ego mereka, ya akhirnya tanpa pandang resiko mereka mau tidak mau akan menjalani dan akhirnya terciptalah sebuah perkumpulan anak – anak yang suka rokok dan miras. Biasanya berkumpul di pinggir jalan dengan kepulan asap rokok dan botol miras yang mereka minum bergilir.

Fenomena itu tidak hanya terjadi pada lelaki, belakangan juga sudah merambah pada kaum perempuan atau istilah lain untuk kaum perempuan yang berumur belasan tahun ya cabe. Mereka berfikir kalau apapun yang bisa dilakukan oleh lelaki mereka bisa melakukannya lebih, coba saja dibandingkan Lelaki kalau merokok dan minum miras, mereka hanya berkumpul dalam satu tempat dan melakukannya hingga mabok, tapi kalau cabe merokok dan minum miras, mereka cenderung melakukannya didepan umum dan plus publikasi video atau photo di social media. Cabe bahkan lebih tidak perduli pada dampak sosial dari kelakuan mereka. Yang penting mereka bisa melakukan lebih dan semua orang tau atau dalam bahasa lainnya, dia dapat semua perhatian yang dia cari dan dia tidak perduli masyarakat akan bereaksi seperti apa soal ini.

Menurut analisis saya, ini mungkin adalah efek samping dari emansipasi ketika bersentuhan dengan anak umur belasan tahun. Segala hal bisa dibenarkan atas nama emansipasi tanpa mereka tau resiko yang mereka hadapi di depan mata. Saya sering berfikir, apa sih yang membuat cabe sebegitu tidak perdulinya dengan lingkungan sekitar mereka. Dalam pergaulan setiap anak muda yang baru mencari jati diri ada ungkapan untuk menjadi diri sendiri tanpa perduli dengan apa yang orang lain katakan, ini mungkin juga menjadi salah satu penyebabnya, karena kalau doktrin ini dipahami mereka memang menjadi tidak perduli dan mereka hanya menjalani yang mereka mau yaitu merokok dan minum – minuman beralkohol.

Dari penjelasan diatas ada 2 doktrin yang sebenarnya di awal kemunculannya adalah membangun semangat untuk anak muda menuju hal – hal positif dan kuat dalam menghadapi dominasi laki – laki. Doktrin emansipasi adalah perjuangan perempuan untuk bisa setara dalam memberi sumbangsih baik itu pikiran maupun karya dan untuk membuka mata laki – laki kalau perempuan juga bisa melakukan yang dilakukan oleh laki – laki. Doktrin jadilah diri sendiri tanpa perduli apa yang orang katakan itu pada awal kemunculannya untuk memacu semangat anak muda untuk berkarya dan percaya diri akan karya yang dibuat untuk bisa beradu dengan siapa saja tanpa harus minder dengan segala pelemahan yang dilakukan orang lain. Lihat saja hasilnya sekarang ini, makin banyak karya – karya anak muda yang justru memberi dampak yang lebih besar dalam semua bidang baik itu usaha, kesenian, dan lain sebagainya.

Makna – makna positif ini justru dibawa kearah negatif oleh para cabe yang tidak bertanggung jawab. Semua justru menjadi pembenar dari semua negatif yang mereka lakukan. Mereka merasa benar atas semua tindakan yang merka lakukan, termasuk dalam standar kesopanan pakaian tindakan dan lainnya, atas nama menjadi diri sendiri tanpa perduli dengan apa yang orang lain katakan. Ini justru yang menyebabkan penyalahan dibawa kepada hal – hal lain diluar pikiran dan sifat. Lihat saja anak muda yang mabuk kemudian memperkosa, malah alkohol yang disalahkan, bukan pikiran orang tersebut. Belum lagi contoh kelakuan yang lainnya yang justru membuat semua menjadi lebih kepada penyalahan pada objek nya, bukan kepada subjek pelakunya itu sendiri.

Cabe akan selalu menjadi cabe, kecuali nanti mereka sudah terkena dampak dari yang mereka lakukan. Cabe akan selalu menjadi cabe tanpa mau berubah kecuali mereka akan dirubah oleh diri mereka sendiri. Cabe akan selalu menjadi cabe hingga nanti mereka bisa dewasa dan menjadi yang lebih bertanggung jawab, tapi ada juga cabe yang memang betah dan cenderung menjadi senior dari para cabe.

Ahhh… nyiup kopi malu jak roko katih…

Mari Berbagi :