Alkohol itu membuat orang buas, kata siapa?

TOTAL : 286 ( TODAY : 1)

Santer sekali terdengar oleh telinga saya kalau setiap orang yang meminum minuman beralkohol akan menjadi buas, pemarah, pemerkosa, pembunuh dan semua esensi negatif yang mengarah kepada perbuatan kriminal lainnya. Hingga ada response dari pemerintah kalau akan ada pelarangan alkohol untuk beredar di Indonesia. Menurut saya keputusan ini sudah sangat tergesa gesa, tanpa data yang valid alias tanpa riset yang mumpuni untuk bisa mengeluarkan aturan tersebut. Kalau alkohol dikatakan sebagai penyebab maraknya kasus pemerkosaan hingga pembunuhan belakangan ini, saya rasa ini hanya proses menghubung – hubungkan secara paksa, atau dalam bahasa lain, ini adalah proses perjodohan secara paksa tidak beda dengan apa yang terjadi dalam cerita siti nurbaya. Mari kita telaah dasar argumentasi dari yang saya maksud dengan proses perjodohan paksa ini.

Pertama, alkohol dan minuman beralkohol bukanlah hal yang beredar kemarin sore, dalam kehidupan masyarakat di Bali, club dan pub malam sudah ada di bali semenjak tahun 80-90an, coba saja lihat perkembangan pemerkosaan atau tindak kriminal di bali, ada peningkatankah? Untuk petunjuk yang lebih akurat saya akan sertakan data yang mendasar.

Silahkan lihat Tabel dari Link berikut : https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1570

Atau yang ingin men download tablenya dalam format excel silahkan klik link berikut : https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/excel/id/1570

Dari tabel diatas bisa kita lihat trend penurunan angka kriminalitas di Bali dari tahun 2000 – 2015, sedangkan jumlah tempat penyedia minuman beralkohol di bali sudah semakin marak, bahkan untuk sekelas minimarket sudah menyediakan minuman beralkohol secara bebas. Jadi kesimpulan saya kalau peningkatan ketersediaan alkohol tidak serta merta menyebabkan peningkatan kriminalitas, atau dengan kata lain, alkohol tidak ada hubungan dengan kriminalitas. Sampai disini paham ya.

Kedua, kalau ada yang pernah merasakan mabuk karena alkohol akan tertawa ketika mendengar kalau orang yang mabuk bisa memperkosa, mungkin ini hanya propaganda di luaran saja yang mengatakan mabuk meningkatkan gairah seksual dan tanpa sadar melakukan hal – hal yang berbau kriminal. saya jelaskan disini, dalam keadaan mabuk, jangankan untuk memperkosa, untuk jalan lurus saja sudah tidak sanggup, orang mabuk tinggal dorong dengan telunjuk saja bisa roboh, well ini pengalaman saya pribadi, makanya saya tidak yakin bahwa alkohol bisa membuat orang memperkosa. Kecenderungan orang mabuk lebih banyak mulut besar tenaga kurang, alias tidur sambil ngomong ngelantur curhat masalah pribadi alias mengigau.

Ketiga, aspek dasar orang berbuat kriminal disini yang tidak di tonjolkan, malah justru alkohol yang disalahkan, saya melihat hal ini sebagai penyimpangan logika atas apa yang sebenarnya terjadi. Setiap manusia memiliki kecenderungan sifat, ada yang cenderung baik dan ada yang cenderung buruk, dimana sifat ini dipengaruhi oleh 20% genetika dan 80% lingkungan. Jadi disini lingkungan sangat berperan dalam mempengaruhi sifat seseorang. Untuk dipahami bersama, pemerkosa itu kecenderungan sifat buruk, sama seperti halnya mencuri, menipu dan membunuh. Seseorang yang terlahir pemarah, kalau bergaul dalam lingkungan yang baik tidak akan membunuh, berkelahi atau bertindak kekerasan karena kecenderungan pemarahnya sudah dikikis oleh lingkungannya. Seseorang yang sifatnya culas atau cenderung menipu tidak akan jadi penipu kalau lingkungannya baik. Begitu juga sebaliknya. Kalaupun seseorang yang baik dikasi minuman beralkohol maka ketika mabuk atau tidak sadarkan diri dia akan menjadi baik, karena kecenderungan sifatnya untuk berbuat tidak baik itu sudah terkikis oleh lingkungannya, dan ini juga berlaku sebaliknya. Sampai disini paham ya kira – kira.

Alkohol itu tak ada bedanya dengan kemarahan seorang istri atau godaan dari wanita selain istri, mereka hanya ada dan akan terus ada, sekarang tergantung dari sikap kita sendiri, mau menuruti sifat yang baik atau yang buruk yang mengarah ke kriminal.

Saya teringat dengan cerita seorang teman, dia bilang kalau dia berselingkuh karena di goda oleh perempuan lain, well saya disini melihat hal yang berbeda, saya lebih menitik beratkan kepada sifat dasar dari teman saya yang memang suka berselingkuh makanya itu terjadi, dan kalau itu ketahuan oleh istrinya ya akan muncul pertengkaran yang bahkan mungkin bisa menuju kepada tindakan KDRT. Setelah adanya kekerasan yang muncul dalam rumah tangga, teman saya kembali mengatakan bahwa dia melakukan itu semua karena omelan istrinya yang tidak henti. Saya kembali melihat hal yang berbeda, itu semua karena kecenderungan teman saya yang memang pemarah, kalau teman saya memiliki sifat penyabar, di omelin seperti apapun ya tidak akan terjadi kekerasan itu. Dari contoh diatas bisa dilihat kalau sebenarnya hal – hal di luar daripada sifat kita sendiri tidak memungkinkan itu terjadi kecuali atas persetujuan kita, hal – hal di luar kita itu hanya sebagai kambing hitam akan kecenderungan sifat buruk yang kita miliki tanpa kita mau merubah.

Kesimpulan yang mau saya ungkapkan diatas adalah, kita sebenarnya terlahir dengan kecenderungan sifat baik dan buruk, sekarang masalahnya adalah bagaimana kita bisa membentuk lingkungan yang baik agar segala kecenderungan sifat kita yang buruk bisa terkikis dengan sendirinya.

Ahhhh… nyiup kopi malu aja roko katih….

Mari Berbagi :